alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Wabup Raja’e Wafat setelah Bebas Covid-19

31 Desember 2020, 20: 58: 12 WIB | editor : Haryanto

KEJUTAN: Wabup Raja’e (tiga dari kiri) mendapat kue ulang tahun ke-43 dari Direktur PT Madura Intermedia Pers Abdul Aziz dan kru JPRM, November 2019.

KEJUTAN: Wabup Raja’e (tiga dari kiri) mendapat kue ulang tahun ke-43 dari Direktur PT Madura Intermedia Pers Abdul Aziz dan kru JPRM, November 2019. (JPRM Photo)

Share this      

PAMEKASAN – Ucapan duka datang dari berbagai kalangan atas wafatnya Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan Raja’e. Almarhum dikenal sebagai sosok yang baik.

Wabup Raja’e meninggal di RSUD dr Soetomo Surabaya Kamis (31/12) sekitar pukul 14.30 WIB. Pemkab Pamekasan mengatakan, Raja'e meninggal bukan karena Covid-19.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setkab Pamekasan Sigit Priyono mengatakan, Raja’e dirawat di RSUD dr Soetomo sejak 15 Desember lalu dengan status positif Covid-19. Pada tanggal 25 Desember atau sepuluh hari sejak masuk rumah sakit, hasil swabnya negatif.

Karena itu, suami Yuni Lailatul Fitriyah itu dipindah di ruang ICU nonislolasi. ”Mari kita doakan bersama semoga amal ibadahnya diterima,” kata Sigit.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam juga mengatakan hal serupa. Dia menegaskan, bahwa mantan Kades Bujur Barat itu tidak meninggal lantaran Covid-19. Sebab, wakilnya itu berpulang setelah hasil tes usap terakhir negatif. 

”Covidnya sudah sembuh,” kata bupati. ”Mari kita doakan beliau bersama-sama,” ajak politikus PKB itu.

Sekkab Pamekasan Totok Hartono mengatakan, Wabup Raja’e meninggal sekitar 30 menit setelah dirinya sampai di ruang ICU RS dr Soetomo. Totok sampai di rumah sakit sekitar pukul 14.00. Tiga puluh menit kemudian atau sekitar pukul 14.30 kabar duka itu menyambar.

”Kami kehilangan sosok beliau. Beliau orang baik,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Mantan ketua umum HMI Cabang Pamekasan itu dinyatakan terpapar Covid-19 pada 15 Desember 2020. Saat itu kemudian dia dibawa ke Surabaya. 

Gejala yang diderita Raja’e terbilang berat. Sehingga, harus memakai alat bantu napas ventilator. Namun, hasil tes usap evaluasi pada Jumat (25/12) negatif korona.

Wabup Raja’e wafat pada usia 44 tahun. Pria asal Dusun Kabaan Dajah, Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, itu lahir pada 19 November 1976. Lulusan IAIN Pamekasan itu pernah menjabat sebagai kepala Desa Bujur Barat. (ky/luq)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news