alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Kemenag Datangi Lembaga Penerima

Setelah Menerima Dumas Dugaan Pemotongan BOP

29 Desember 2020, 00: 37: 07 WIB | editor : Haryanto

Kasubbaghumas Polres Pamekasan - AKP Nining Dyah Poespitosari.

Kasubbaghumas Polres Pamekasan - AKP Nining Dyah Poespitosari. (Istimewa)

Share this      

PAMEKASAN – Karut-marut realisasi bantuan operasional pendidikan (BOP) untuk pondok pesantren (ponpes), madrasah diniyah takmiliyah (MDT), dan taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Pamekasan mendapat banyak atensi. Tidak hanya institusi kepolisian, Kementerian Agama (Kemenag) RI juga turun gunung untuk mengatasi realisasi bantuan tersebut.

Kasi PD Pontren Kemenag Pamekasan A. Kusmanto mengatakan, jauh sebelum Polres Pamekasan mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) masalah penyaluran BOP, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenag RI sudah turun ke Pamekasan. Sebab, menerima laporan dugaan pemotongan dana BOP. ”Informasinya karena ada dumas (pengaduan masyarakat) ke pusat,” ucapnya.

Menurut Kusmanto, Irjen Kemenag RI mendatangi beberapa lembaga penerima BOP di Pamekasan selama dua pekan. Kemenag Pamekasan juga dimintai klarifikasi adanya dugaan penyunatan BOP tahap pertama. ”Kami jawab apa adanya. Waktu itu kami sampaikan memang sudah mendengar (ada pemotongan, Red) tetapi tidak ada yang melaporkan,” tuturnya.

Sejak itu, Kemenag Pamekasan melakukan verifikasi data penerima BOP tahap kedua. Hasilnya, dikategorikan menjadi tiga. Pertama, lembaga penerima bantuan diberi warna hijau. Itu artinya, penerima bantuan sudah memiliki izin operasional.

Kedua, penerima BOP diberi tanda kuning. Yakni, izin operasional lembaga sudah kedaluwarsa. Meski begitu, masih bisa diperpanjang dan dapat mengambil haknya sebagai penerima bantuan. Yang ketiga diberi warna merah. Dalam hal ini, lembaga penerima BOP tidak memiliki izin operasional, tidak bersedia diverifikasi, dan jumlah santri tidak sesuai kondisi di lapangan.

Padahal, nominal bantuan yang diterima ponpes bergantung jumlah santri. Dia memastikan tidak sedikit lembaga yang memanipulasi jumlah santri agar mendapat bantuan dengan nilai besar.

”Hasil verifikasi tersebut sudah diserahkan ke Polres Pamekasan guna mendukung upaya pulbaket. Selain itu, kami juga telah memberikan keterangan kepada penyelidik di Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Pamekasan. Semuanya (data) sudah dimintai keterangan,” ulasnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Nining Dyah Poespitosari mengatakan, polisi masih melakukan pulbaket dalam kasus dugaan penyelewengan dana BOP. Sejauh ini baru dari Kemenag Pamekasan yang dimintai keterangan.

Perwira berjilbab tersebut membenarkan institusinya sudah menerima data hasil verifikasi yang dilakukan Kemenag Pamekasan. Saat ini data tersebut dalam proses telaah tim penyelidik. ”Masih menunggu hasil pulbaketnya dulu. Kalau nanti mengarah ke pidana, status perkara akan dinaikkan ke penyelidikan,” imbuhnya.

Nining Dyah Poespitosari belum bisa memastikan seberapa lama proses pulbaket dilakukan. Sebab, kemungkinan masih banyak pihak-pihak yang akan dimintai keterangan. Jika ada unsur pidana, dia menegaskan institusinya komitmen mengusut kasus tersebut sampai tuntas. ”Kalau laporan sudah masuk ke kami, pasti akan ditindaklanjuti,” janjinya. (jup)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news