alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features
Akreditasi Prodi Jadi Kado Akhir Tahun

Wisuda 430 Mahasiswa, Prinsip Lulusan Moderasi Beragama

18 Desember 2020, 08: 10: 23 WIB | editor : Abdul Basri

CETAK LULUSAN TERBAIK: Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim menyerahkan piagam penghargaan kepada salah seorang lulusan terbaik di tingkat strata satu di Auditorium Center kemarin.

CETAK LULUSAN TERBAIK: Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim menyerahkan piagam penghargaan kepada salah seorang lulusan terbaik di tingkat strata satu di Auditorium Center kemarin. (IAIN MADURA FOR RadarMadura.id)

Share this      

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura terus memacu kualitas. Mahasiswa digembleng agar menjadi pribadi yang diterima masyarakat. Terutama dalam menebarkan wajah Islam yang ramah.

ONGKY ARISTA UA., Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

SENAT IAIN Madura menggelar sidang terbuka Wisuda Sarjana Ke-29 dan Magister Ke-9 di Auditorium Center kemarin (17/12). Peserta wisuda terdiri atas 52 mahasiswa S-2 dan 378 mahasiswa S-1.

RELIGIUS DAN KOMPETITIF: Dengan khidmat, prosesi Wisuda Sarjana Ke-29 dan Magister Ke-9 IAIN Madura digelar di Auditorium Center kemarin.

RELIGIUS DAN KOMPETITIF: Dengan khidmat, prosesi Wisuda Sarjana Ke-29 dan Magister Ke-9 IAIN Madura digelar di Auditorium Center kemarin. (IAIN MADURA FOR RadarMadura.id)

Perinciannya, mahasiswa tingkat sarjana tersebar di 16 program studi (prodi). Delapan belas lulusan dari prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), enam dari Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan 17 dari Tadris Bahasa Inggris (TBI). Lalu, 34 sarjana Manajemen Pendidikan Islam (MPI), tujuh dari Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan empat dari Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD. Selain itu, 23 dari prodi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN), 17 dari Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan 18 dari prodi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI).

Kemudian, 24 sarjana Ahwal Al-Syakhshiyah (AHS), 43 dari prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES), 50 dari Ekonomi Syariah (ES), 36 dari Akuntansi Syariah, 75 Perbankan Syariah, empat dari Ilmu Al-Quran dan Tafsir, serta dua orang dari prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).

Di level magister, dari Prodi PAI sebanyak 40 lulusan dan 12 wisudaawan dari Prodi Hukum Keluarga Islam. Lulusan IAIN Madura ini dituntut senantiasa menerapkan prinsip moderat dalam beragama Islam. Islam yang damai, Islam yang rahmatan lil alamin.

Rektor IAIN Madura Dr. Mohammad Kosim menyampaikan, wisuda di tengah pandemi Covid-19 ini menyebabkan tidak semua wisudawan bisa mengikuti prosesi secara langsung di Auditoriun Center. Dari 430 peserta wisuda, hanya 68 yang hadir sebagai perwakilan secara simbolis.

Mereka terdiri atas 52 tingkat magister dan 16 wisudawan terbaik dari 16 prodi di tingkat sarjana. Sisanya mengikuti prosesi dalam jaringan (daring) via aplikasi Zoom Meeting. ”Yang spesial dari wisuda kali ini, 18 program studi yang kita kelola, baik S-1 maupun S-2, sudah terakreditasi,” terangnya.

Dari 20 prodi yang ada, dua di antaranya terakreditasi A, 16 prodi terakreditasi B, dan dua prodi sisanya terakreditasi C karena masih baru dibuka. Prodi yang terakreditasi A ini adalah S-1 PAI dan S-1 AHS. Sementara prodi baru dan terakreditasi C adalah S-1 Hukum Tata Negara dan S-2 Ekonomis Syariah.

Sementara 16 prodi lainnya sudah terakreditasi B. ”Akreditasi C karena masih baru buka, sementara yang lain, yang sudah terakreditasi A dan B, menjadi hadiah akhir tahun,” tambahnya.

Selain itu, ada empat dosen IAIN Madura yang terpilih menjadi asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Juga ada tiga dosen yang menjadi asesor akreditasi jurnal nasional. Jurnal IAIN Madura juga sudah berpredikat Sinta 2 sebanyak dua jurnal dan Sinta 3 meningkat dari yang sebelumnya tiga menjadi lima jurnal.

Kosim mengatakan, prinsip pokok yang harus dipegang lulusan IAIN Madura ini adalah menebarkan Islam yang damai kepada keluarga dan masyarakat. ”Yang menebarkan Islam Moderat, terbarkanlah keislaman, dan tunjukkan bahwa tidak sekadar ahli di bidangnya, tapi juga berkarakter religius,” katanya.

Selain itu, dia berharap lulusan IAIN Madura ini tidak berhenti belajar. Sebab, persaingan di semua lini cukup ketat sehingga mau tidak mau mahasiswa harus dibekali kemampuan di bidang masing-masing dan kemampuan tambahan agar bisa bersaing.

”Kalau berdiam diri akan kalah bersaing. Sebab, ini era persaingan,” jelas Kosim.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news