alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Daftar Jadi Peserta Mandiri BPJS Kesehatan Tidak Bisa Langsung Aktif

07 Desember 2020, 21: 16: 50 WIB | editor : Haryanto

Daftar Jadi Peserta Mandiri BPJS Kesehatan Tidak Bisa Langsung Aktif

Share this      

PAMEKASAN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) Cabang Pamekasan memberi imbauan khusus bagi calon peserta mandiri. Salah satunya, kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS)  tidak bisa langsung pada hari yang sama saat peserta mendaftar.

Kabid SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan Eko D.Kesdu menjelaskan, masyarakat yang hendak mendaftar sebagai peserta mandiri memerlukan waktu paling cepat 14 hari sebelum kepesertaan JKN – KIS nya dapat dimanfaatkan untuk berobat di fasilitas kesehatan (Faskes).

“Masih banyak sekali terjadi, masyarakat yang mendaftarkan diri sebagai peserta mandiri ketika saudaranya sudah sakit. Bahkan ada yang besoknya operasi atau waktunya melahirkan, sekarang baru datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk bisa menjadi peserta JKN – KIS dan berharap kartunya bisa langsung aktif. Tentunya tidak bisa, karena ada tenggang waktu paling cepat 14 hari,” jelas Eko.

Eko menghimbau masyarakat tidak harus menunggu anggota keluarganya sakit terlebih dahulu untuk mendaftarkan diri sebagai peserta JKN – KIS. Hal ini sebagai bentuk proteksi apabila sewaktu – waktu memerlukan pelayanan kesehatan, maka kepesertaan JKN – KIS sudah dapat digunakan untuk berobat. Dikatakan, menjadi peserta JKN – KIS berarti ikut serta bergotong royong membantu peserta lain yang memerlukan pelayanan kesehatan.

“Jadi ketika sudah terdaftar sebagai peserta JKN – KIS jauh – jauh hari sebelum sakit dan rutin membayar iuran, berarti kita juga ikut bersedekah membantu peserta yang lain. Ada nilai gotong royong antar peserta. Selain itu tentu sebagai proteksi apabila sewaktu – waktu kita  memerlukan pelayanan kesehatan. Karena namanya penyakit, kita tidak bisa memprediksi kapan datangnya,” imbuh Eko.

Sementara itu, Syahid, warga Kecamatan Kota Pamekasan mengaku sudah lama mendaftarkan diri sebagai peserta JKN. Dia mengaku sudah meniatkan iuran yang dibayarkannya untuk membantu masyarakat lain yang memerlukan pelayanan kesehatan.

“Awalnya dulu daftar BPJS (JKN – KIS) soalnya sebagai persyaratan melanjutkan sekolah (S2). Sampai sekarang kepesertaannya masih rutin dibayar. Dihitung untuk sedekah, daripada kita yang sakit, lebih baik membantu orang lain,” ujar pria berusia 27 tahun itu. (*/par)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news