alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Melatih Kejujuran dengan Berolahraga dan Berbudaya di Jemparingan

01 Desember 2020, 12: 49: 51 WIB | editor : Haryanto

MELESTARIKAN: Wakil Dekan III FISIB UTM Bangun Sentosa saat bermain jemparingan pada kegiatan Gladen Ageng di lapangan Gedung RKB E UTM.

MELESTARIKAN: Wakil Dekan III FISIB UTM Bangun Sentosa saat bermain jemparingan pada kegiatan Gladen Ageng di lapangan Gedung RKB E UTM. (Rahmad for RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) UTM menggalakkan semangat bermain jemparingan bagi mahasiswa dan seluruh civitas academica. Olahraga yang memiliki nilai sejarah tersebut merupakan olahraga panahan khas Bangkalan. Salah satu yang digemari dari filosofi bermain jemparingan adalah kejujuran.

Wakil Dekan III FISIB UTM Bangun Sentosa mengutarakan, bermain jemparingan adalah salah satu kegiatan yang khusus. Sebab, dalam olahraga tersebut mahasiswa dapat tetap menguji bakatnya di bidang olahraga, tapi juga tetap menjaga kelestarian budaya lokal yang ada di Bangkalan.

”Saya selalu semangat saat bermain jemparingan, makanya saya mendukung adanya divisi jemparingan dan UKMF Orgasib UTM ini,” katanya menyemangati.

Prestasi olahraga di FISIB juga bisa diraih dari bidang olahraga tersebut. Bahkan, jemparingan di FISIB UTM juga sudah terdaftar di Jemparingan Provinsi Jawa Timur. Ke depan, prestasi dari bidang olahraga ini diharapkan terus meningkat. Dengan begitu, mendukung kemajuan prestasi di FISIB UTM. 

”Kami tentu ingin prestasi di segala bidang terus meningkat, tetapi di bidang ini ada kebanggaan tersendiri jika kami bisa meraih prestasi,” sebutnya.

Ketua Jemparingan Bangkalan R. Muhammad bin Rahmad menambahkan, bermain jemparingan tentu tidak hanya perihal berolahraga dan berbudaya saja. Namun, pemain diajarkan memiliki sifat bertanggung jawab dan kejujuran.

 ”Ada nilai kejujuran saat anak panah yang dilepaskan dan mengenai target. Pemain harus jujur dan melaporkannya sesuai dengan keberhasilannya,” jelasnya.

Rahmad berharap jemparingan di Orgasib UTM menjadi salah satu wadah bibit unggul untuk memunculkan atlet berkualitas. Dengan demikian, pada 2022 dapat mengikuti event kejuaraan olahraga provinsi, nasional bahkan internasional. 

”Saya melihat mahasiswa adalah generasi yang pas. Sebab, memiliki konsentrasi dan minat yang masih bisa terus diasah sehingga menjadi lebih baik,” pungkasnya. (hel/onk/par)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news