alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

P2SB FISIB UTM Terbitkan Buku Madura Forcaseting 2050

01 Desember 2020, 12: 44: 14 WIB | editor : Haryanto

P2SB FISIB UTM Terbitkan Buku Madura Forcaseting 2050

Share this      

BANGKALAN - Pusat Studi Sosial dan Budaya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (PS2B FISIB) selalu berkontribusi melalui ide-ide tentang Madura. Jika sebelumnya telah menerbitkan tiga buku Madura, pada kesempatan ini PS2B akan kembali berkontribusi dengan menerbitkan buku Madura 2050. 

Buku Madura 2050 berbeda dengan sebelumnya. Ada dua seri yang akan terbit. Yaitu, seri I, Madura 2050; Membangun Madura Integratif dan seri II Madura 2050; Masyarakat dan Budaya Kontemporer Madura).

Penulis buku Surokim Abdussalam menyampaikan, pada seri I, Buku Madura 2050; Membangun Madura Integratif adalah sebuah pemikiran kerja sama antardaerah di Madura dalam perencanaan pembangunan, menyelesaikan permasalahan, dan membangun kebersamaan menjadi Madura satu, Madura integratif. Adanya kerja sama menempatkan pihak-pihak yang berinteraksi pada posisi yang seimbang, selaras, dan serasi dalam memenuhi kebutuhan bersama tanpa harus ada yang dirugikan. 

”Melalui buku seri I ini para penulis mencoba menuangkan pemikiran dalam membangun Madura secara bersama dan membangun Madura secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara pada seri II, Buku Madura 2050; Masyarakat dan Budaya Kontemporer Madura bukan kelanjutan dari buku seri I Madura 2050. Isi dari buku seri II ini ingin melihat kembali budaya di tengah-tengah masyarakat merupakan sesuatu yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari, baik kebiasaan atau tradisi. 

”Salah satunya menjelaskan bagaimana membangun kebersamaan pada level pemerintahan secara integratif. Bisa dengan melihat kesamaan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat di setiap wilayah dalam pengambilan kebijakan,” jelasnya.

Rektor Universitas Trunojoyo Madura Dr. Drs. Ec. H. Muhammad Syarif, M.Si. menyampaikan bahwa dirinya senang ketika FISIB menginisiasi melalui sebuah tulisan berupa buku ketika bicara Madura integratif. Dibutuhkan langkah strategis untuk dapat mewujudkan Madura integratif. 

”Secara pribadi, saya sepakat dengan ide dan gagasan FISIB. Sebab, gagasan membangun Madura satu-Madura integratif selalu saya gelorakan,” katanya.

Pemerintah kabupaten di Madura harus memiliki persepsi dan keinginan bersama untuk membangun Madura dalam satu sinergi atau klaster. Misalnya, dalam pengembangan pariwisata Madura cukup dengan program Visit Madura yang dirancang secara bersama untuk menunjukkan program prioritas wisata pada setiap kabupaten. ”Dengan begini, wisatawan dapat diajak untuk menyaksikan destinasi wisata lengkap Madura,” harapnya. (*/onk/par)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news