alexametrics
Jumat, 04 Dec 2020
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Tak Berani Ambil Risiko, Bakorwil Tunda Karapan Sapi Piala Presiden

18 November 2020, 22: 36: 34 WIB | editor : Haryanto

DITUNDA: Surat Bakorwil Pemerintahan dan Pembangunan Pamekasan tentang penundaan grand final karapan sapi Piala Presiden 2020.

DITUNDA: Surat Bakorwil Pemerintahan dan Pembangunan Pamekasan tentang penundaan grand final karapan sapi Piala Presiden 2020. (Istimewa)

Share this      

PAMEKASAN – Jadwal grand final karapan sapi Piala Presiden 2020 di depan mata. Rencananya, puncak karapan sapi itu akan digelar di Lapangan Priok, Kecamatan Ketapang, Sampang, Sabtu (21/11). Namun, tiga hari sebelum pelaksanaan, Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pemerintahan dan Pembangunan Pamekasan mengeluarkan surat penundaan.

Surat bernomor 435/2923/214.4/2020 itu diteken Plt Kepala Bakorwil Pemerintahan dan Pembangunan Pamekasan Alwi, Rabu (18/11). Dalam suratnya, Alwi mengungkapkan, berbagai persiapan telah dilaksanakan dan dikoordinasikan. Termasuk, kesiapan untuk memperhatikan protokol kesehatan.

Rencana awal adu cepat pasangan sapi itu akan tetap digelar di tengah pandemi Covid-19. Meski demikian, protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat. Salah satunya, karapan tetap berjalan tanpa penonton.

Namun, setelah mencermati situasi nasional saat ini, bakorwil terpaksa membuat kebutusan baru. Yakni, menunda kegiatan tersebut hingga waktu yang belum ditentukan. Bakorwil beralasan, penegakan aturan bagi pelanggar protokol kesehatan pada kegiatan yang mengundang massa menjadi atensi pemerintah.

Selain itu, karapan sapi ini memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI, sehingga dikhawatirkan tidak sejalan dengan arah kebijakan presiden yang berkaitan dengan upaya percepatan pencegahan Covid-19 dan penegakan protokol kesehatan.

Alasan lain, panitia belum memperoleh izin dari Polres Sampang. Maka, demi menjaga kondusivitas masyarakat, grand final Karapan Sapi Piala Presiden 2020 ditunda. ”Tidak berani kami gelar dan kami tunda sampai waktu yang belum ditentukan,” tulis dalam surat yang ditujukan kepada bupati Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep itu.

Alwi berharap bupati menyampaikan informasi kepada para juara di kabupaten masing-masing. Sebelumnya, 24 pasang keluar sebagai juara di empat kabupaten. Terdiri atas 12 pasang sapi golongan atas dan 12 pasangan sapi golongan bawah.

Juara golongan atas di Bangkalan terdiri atas pasangan sapi Moncong Putih (Mahfud, DPRD Jatim), Setan Balap (H Hamdan, Kades Lantek Timur), dan Bintang 9 (H Yunus Tanah Merah). Sementara golongan bawah Gagak Rimang (RH Moh. Tohir), Gagak Rimang (RH Moh. Tohir), dan Anak Selor (H Ramli, Kades Longkek).

Juara tingkat Kabupaten Sampang Jet Matic 1 (H Ach. Hakiki), Cumi Asam Manis (H Abdus Salam), dan Jet Matic 2 (Algifari) untuk golongan atas. Sedangkan golongan bawah terdiri atas pasangan sapi Tappor Kelap (Hj Nonik), Kelabang Sakti (Kades Bangsah, Torjun), dan Prabu Sakti (Kades Ketapang Daya).

Dari Pamekasan, enam pasang sapi sebenarnya sudah siap melaju ke Karapan Gubeng itu. Juara tingkat kabupaten golongan atas antara lain Surya Loka (Dimas Dika), Gelombang Laut Jawa (H Nor Efendi), dan Hajar Boss (H Ova). Tiga pasang golongan bawah Tokang Pelor (Kades Bulangan), Paku Alam (H Sugik), dan Naga Mas (Toni Putra Kades).

Moncong Super (Endang), Bintang Naga Mas (H Ridwan), dan Numpang Lewat (Endang) merupakan juara golongan atas tingkat Kabupaten Sumenep. Sedangan golongan bawah meliputi Kembang Api (H Ridwan), Mega Bintang (H Decky, Bluto), dan Putri Asap Mahal (Sucipto, Manding). (luq)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news