alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan
Baru Lelang 19 Paket Proyek PEN

Rp 63,5 M untuk 26 Pemeliharaan Jalan

17 November 2020, 23: 33: 40 WIB | editor : Abdul Basri

RUSAK: Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Raya Ambat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, yang masuk dalam rencana program pemeliharaan kemarin.

RUSAK: Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Raya Ambat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, yang masuk dalam rencana program pemeliharaan kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan harus bergerak cepat menuntaskan puluhan paket jalan. Dari 26 proyek pemeliharaan jalan, baru 19 yang tayang di laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE).

Belasan paket proyek tersebut senilai Rp 32,5 miliar. Anggaran yang digunakan berasal dari dana pinjaman kepada pemerintah pusat dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Dari berbagai tahapan lelang, tender dijadwalkan tuntas pada Jumat (11/12). Dengan demikian, pemerintah hanya memiliki waktu kurang dari 20 hari untuk menuntaskan belasan paket proyek dengan nilai anggaran Rp 1 miliar hingga Rp 2,2 miliar tersebut.

Tiga paket dianggarkan Rp 2,2 miliar. Antara lain, pemeliharaan berkala jalan Keppo–Galis, Galis–Lembung, dan GalisSp. Capak. Sementara delapan pemeriharaan berkala meliputi jalan Bujur TimurSumber Waru, Kertagenah Laok–Gagah, Kacok–Palesanggar, dan Larangan Dalam–Sokalelah. Lalu, jalan Larangan Slampar–Mangngar, Branta Tinggi–Tlesah, dan AmbenderBujur Timur, dan PlakpakBulangan Barat.

Pemeliharaan berkala jalan Larangan Tokol–Panglegur dianggarkan Rp 1,6 miliar. Sedangkan pemeliharaan berkala jalan Blumbungan–Grujugan dan Branta TinggiLarangan masing-masing Rp 1,5 miliar. Selain itu, pemeliharaan berkala jalan Artodung–Taraban Rp 1.320.000.000.

Sisanya, empat paket pemeliharaan berkala jalan, masing-masing dianggarkan Rp 1 miliar. Terdiri atas ruas jalan TlanakanAmbatLarangan BadungBeltok, Dasok–Mondung, dan jalan Dabuan.

Kabid Pemeliharaan Dinas PUPR Pamekasan Ika Yulia Rakhmawati menerangkan, lembaganya mendapat alokasi anggaran Rp 63,5 miliar. Anggaran itu untuk program pemeliharaan jalan pasca Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2020. Dana jumbo tersebut diproyeksikan untuk 26 paket pemeliharaan di jalan kabupaten.

Dari 26 paket proyek, Ika mengaku sudah mengajukan agar semuanya ditender. Namun, yang tayang di laman LPSE Pamekasan baru 19 paket. ”Sudah kami ajukan dan rencananya tayang sejak Jumat (13/11). Tetapi karena ada perbaikan aplikasi LPSE, baru tayang hari ini (kemarin, Red),” ucapnya Senin (16/11).

Dari Rp 63,5 miliar yang diproyeksikan untuk 26 paket pemeliharaan, dipastikan tidak terserap semua. Sebab, beberapa volome proyek pengerjaan proyek harus diubah karena tidak memungkinkan tuntas dalam waktu yang sangat mepet.

”Seperti akses Blumbungan-Bujudan dianggarkan Rp 4,5 miliar. Tetapi, kebutuhannya hanya Rp 400 juta. Maka, ada Rp 4,1 miliar tidak terserap,” katanya.

Ika mengaku sengaja bergerak cepat untuk melelang proyek bersumber dari dana pinjaman tersebut. Harapannya, semua program yang dicanangkan terealisasi. Sebab, semua dana pinjaman yang digelontorkan pemerintah pusat harus terealisasi hingga akhir Desember. ”Kita diberi batas waktu hingga akhir 31 Desember,” tutur perempuan berhijab tersebut.

Proses tender 19 paket proyek tersebut membutuhkan waktu 26 hari kalender. Dari tahap pengumuman pascakualifikasi hingga penandatanganan kontrak diproyeksikan selesai Jumat (11/12). Dengan begitu, hanya akan ada waktu 20 hari untuk rekanan pemenang tender menuntaskan pengerjaan.

”Kami yakin bisa selesai karena sudah ada perhitungan dari konsultan perencanaannya,” kata Ika.

Jika ada hambatan dalam proses lelang, pihaknya tidak akan melakukan tender ulang (retender). Sebab, waktunya sangat mepet. ”Jika ada yang harus retender, akan kami tinggal. Karena tidak memungkan waktunya,” imbuhnya.

Dengan waktu pengerjaan yang sangat sedikit, pihaknya sudah memiliki konsultan pengawas. Mereka akan menyampaikan laporan progres capaian dan memastikan pengerjaannya sesuai dengan spesifikasi.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno pesimistis puluhan paket proyek tersebut akan tuntas sebelum tutup anggaran. Menurut dia, dengan waktu pelaksanaan yang mepet, hanya akan ada dua kemungkinan. Yakni, pengerjaan asal-asalan atau melibas deadline.

”Dampaknya, akan banyak pelaksana yang akan kena sanksi denda per hari nantinya,” tegasya.

Politikus PKS tersebut berharap kejar target pelaksanaan proyek di akhir tahun tidak terjadi lagi di masa-masa mendatang. Dia bakal memelototi pelaksanaan semua proyek yang bersumber dari PEN. ”Kami akan sering melakukan pengawasan sebelum tutup anggaran ini,” janjinya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news