alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Bupati Serahkan Insentif Guru Ngaji dan Madin

18 Oktober 2020, 23: 25: 13 WIB | editor : Haryanto

PEDULI: Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron menyerahkan bantuan insentif guru ngaji dan madin di Pendapa Agung Kamis lalu (15/10).

PEDULI: Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron menyerahkan bantuan insentif guru ngaji dan madin di Pendapa Agung Kamis lalu (15/10). (Humas Pemkab Bangkalan for RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron terus hadir ke tengah-tengah masyarakat. Terutama, dalam hal pemberian bantuan di masa pandemi Covid-19. Target yang disasar yakni keluarga kurang mampu.

Secara simbolis, bupati yang akrab disapa Ra Latif tersebut kembali menyerahkan bantuan insentif kepada guru ngaji dan madrasah diniyah (madin) di Pendapa Agung pada Kamis (15/10) lalu. Bantuan insentif tersebut dalam rangka mengurangi beban mereka.

Ra Latif mengatakan, bantuan insentif guru ngaji dan madin merupakan salah satu program prioritasnya. Tujuannya, meningkatkan kesejahteraan para guru madin dan guru ngaji di Kabupaten Bangkalan. ”Sebelum pandemi, bantuan insentif ini rutin diberikan tiap tahun. Bahkan, sudah berjalan sejak 2018 lalu,” katanya.

AKSI SOSIAL: Sekkab R. Moh. Taufan Zairinsjah menyerahkan bantuan insentif guru ngaji dan madin di Pendapa Agung Kamis lalu (15/10).

AKSI SOSIAL: Sekkab R. Moh. Taufan Zairinsjah menyerahkan bantuan insentif guru ngaji dan madin di Pendapa Agung Kamis lalu (15/10). (Humas Pemkab Bangkalan for RadarMadura.id)

Menurut bupati, nominal bantuan yang diberikan memang tidak terlalu besar. Tiap bulan hanya Rp 200 ribu. Kemudian, dicairkan per tiga bulan sekali. ”Setidaknya, dengan bantuan ini, mereka merasa diperhatikan. Kebetulan kami memang komitmen untuk itu,” ujarnya.

Ra Latif mengaku, pemberian bantuan insentif tersebut masuk tahap dua dan tiga. Penerimanya 8.921 orang dan tersebar di 18 kecamatan. Terhitung enam bulan, yaitu dari April hingga September. ”Total yang mereka terima langsung Rp 1,2 juta dan ditransfer melalui rekening masing-masing,” sebutnya.

Dijelaskan, selain pemberian bantuan insentif guru ngaji dan madin, pihaknya juga menyerahkan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan. Bupati menyarankan guru madin dan guru ngaji mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. ”Kami imbau agar penerima bantuan insentif ini mendaftar. Sebab, per bulannya hanya Rp 10 ribu,” tuturnya.

Ra Latif berharap bantuan insentif tersebut bisa membawa berkah di tengah-tengah pandemi Covid-19. Uang yang diterima guru ngaji dan madin bisa meringankan beban kebutuhan sehari-hari. ”Tetap semangat. Tetap menjadi guru yang mengajarkan moralitas kepada anak-anak Bangkalan,” pungkasnya. (daf/par)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news