alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarmadura
Home > Berita Kota
icon featured
Berita Kota

Presiden Sebut Jatim Jadi Percontohan Pengendalian Covid-19 Nasional

Gubernur: Ini Kado Tercetar di Hari Jadi Ke-7

13 Oktober 2020, 09: 24: 25 WIB | editor : Haryanto

MEMBANGGAKAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin peringatan Hari Jadi Ke-75 Jatim

MEMBANGGAKAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin peringatan Hari Jadi Ke-75 Jatim (Pemprov Jatim for RadarMadura.id)

Share this      

SURABAYA - Peringatan Hari Jadi Ke-75 Provinsi Jawa Timur (Jatim) mendapat kado manis dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, berhasil melakukan pengendalian persebaran Covid-19. Sehingga, patut menjadi contoh penanganan dan pengendalian korona secara nasional.

Jokowi mengatakan, terdapat dua provinsi dinilai berhasil mengendalikan persebaran Covid-19. Yakni, Provinsi Jatim dan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). ”Saya mencatat dari angka-angka yang ada, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan perbaikan dalam pengendalian pandemi covid,” terangnya.

Dia mengungkapkan, kedua provinsi tersebut menjadi contoh bagi provinsi lainnya untuk pencegahan persebaran Covid-19. ”Saya kira ini bisa dijadikan contoh provinsi-provinsi yang lain,” tutup Jokowi.

(RadarMadura.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Presiden Jokowi,  jajaran Polda Jatim, Kodam V Brawijaya, para tenaga kesehatan, relawan. Terutama masyarakat dan relawan yang telah berjuang keras dalam mengendalikan persebaran Covid-19 ini.

“Alhamdulillah, tepat di hari jadi ketujuh puluh lima, Provinsi Jawa Timur, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Jawa Timur berhasil mengendalikan persebaran Covid-19 dan layak dijadikan percontohan secara nasional. ini hadiah terindah bagi Kami di Jawa Timur sekaligus tantangan untuk bekerja lebih keras lagi,” terangnya.

Sebelumnya juga mendapatkan beberapa penghargaan. Di antaranya, penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Kemenaker. Penghargaan kinerja tertinggi pemerintahan daerah atas Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) Tahun 2019. Lalu, penghargaan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dari Kementerian Dalam Negeri.

Dia meminta semua pihak agar tetap disiplin protokol kesehatan. Seperti jaga jarak, memakai masker, rajin cuci tangan dengan sabun, dan menghindari kerumunan. Meskipun berhasil menunjukkan perbaikan dalam pengendalian persebaran Covid-19, tantangan terbesarnya bertahan di posisi saat ini dan mencegah euforia berlebihan. Sebab, tugasnya masih panjang untuk memutus mata rantai persebaran korona.

”TNI-Polri tetap bersama kita dalam membantu penegakan disiplin protokol kesehatan, Jaksa dan hakim juga masih membantu dalam operasi yustisi. Para dokter dan nakes tetap memberikan pelayanan dan perawatan bagi para pasien Covid-19, saya mohon masyarakat juga tetap menjalankan disiplin prokes, tugas kita tidak berhenti di sini,” harapnya.

Menurutnya, berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Covid-19 Pusat, Jatim tidak lagi zona merah. Termasuk perkembangan kasus aktif di Jatim yang mengalami penurunan. Hanya tersisa 3.040 kasus aktif atau 6,43%. Sedangkan persentase kasus aktif nasional 19,68%. Kemudian, persentase kesembuhan Jatim tertinggi di Pulau Jawa 86,28%. Sementara untuk persentase kematian di Jatim cenderung melandai dalam dua bulan terakhir 7,29%.

Beberapa upaya telah dan terus dilakukan. Di antaranya, optimalisasi 3T dan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan. Saat ini telah dilakukan 998.111 rapid test dan 402.889 tes PCR. Dengan jumlah tes terus naik. Sedangkan positivity rate terus menurun. Mulai dari 31% di Juli menjadi 10% pada Oktober. Sementara saat ini per (12/10) positivity rate nasional 14,4%.

Mantan Mensos RI itu memaparkan, perawatan cukup optimal. Jumlah *ketersediaan bed dan BOR (bener? bed occupancy rate atau BOR)* sesuai standar WHO. BOR di Jatim 42%. Lebih rendah dari standar WHO 60%. Jumlah bed isolasi 6.611 tempat tidur sementara ICU 860 bed. operasi Yustisi Jatim dengan partisipasi TNI dan Polri tertinggi di Indonesia.

Terdapat 1.637.998 warga telah ditindak akibat pelanggaran protokol kesehatan. *Perinciannya, 1.344.172 orang (?)*, kerja sosial 216.602 orang. Denda administratif kepada 39.145 orang. Sita KTP 38.079. Hukuman kurungan 4 orang dan *penutupan tempat usaha di 71 lokasi*.

Upaya tersebut sangat efektif. Berdasarkan survei BPS, >50% masyarakat menyampaikan alasan tidak patuh protokol kesehatan lantaran tidak adanya sanksi. Pihaknya menegaskan, di beberapa daerah di Jatim, pendekatan sanksi juga diikuti dengan pendekatan reward bagi mereka yang patuh bermasker.

Khofifah berpesan untuk dapat memenangkan peperangan melawan Covid-19. Perlu komitmen tinggi dan kebersamaan semua pihak. Dia terus mengajak semua pihak untuk terus disiplin menjalankan prokes. Sedangkan, upaya pemulihan ekonomi juga harus terus digelorakan agar kembali menggeliat dan pulih.

“Semua tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk upaya preventif kita, juga harus terus maksimal dalam tracing dan kuratifnya, kesehatan kita tetap yang utama. Selain itu, kita juga akan terus berupaya memberikan stimulan agar perekonomian kita juga segera pulih. Sehat masyarakatnya, sehat ekonominya. Selamat masyarakatnya, selamat ekonominya,” pungkasnya. (bam)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news