alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Konseptor Pariwisata Madura Tanggapi Pembakaran Kedai Bukit Bintang

Jika Dianggap Maksiat, Buatkan Aturan Ketat

08 Oktober 2020, 01: 11: 41 WIB | editor : Haryanto

BERKOBAR: Salah satu gazebo di Kedai Bukit Bintang saat dibakar pengunjuk rasa pada Senin lalu (5/10).

BERKOBAR: Salah satu gazebo di Kedai Bukit Bintang saat dibakar pengunjuk rasa pada Senin lalu (5/10). (Moh. Ali Muhsin/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN - Saleh masih bingung penyebab tempat usaha dibakar massa. Kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) dia mengaku tidak punya kesalahan dengan membangun kedai tersebut. ”Makanya saya bingung, jual air sama nasi kok dipermasalahkan,” katanya.

Pria bernama lengkap Mohammad Saleh itu hanya bisa menahan sesak di dada atas pembakaran gazebo di kedainya. Sebab, pembangunan kedai telah menghabiskan Rp 150 juta. Uang itu berasal dari pinjaman.

Di sisi lain dia tak kuasa untuk melawan secara hukum. Dia mengaku tidak punya kekuatan apa pun. ”Biar Allah yang mengadili,” imbuhnya.

Tempat usaha itu terdaftar dengan izin usaha mikro kecil (IUMK). Pemilik usaha Sumiati, istri Mohammad Saleh. Nomor induk berusaha (NIB) 0220007890736. Kode dan nama klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) 56103 Kedai Bukit Bintang. Terbit izin OSS 3 Agustus 2020. (ky/luq)

Selengkapnya baca Jawa Pos Radar Madura edisi Kamis, 8 Oktober 2020.

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news