alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Petani Tewas Disambar Bus

Suami Jalani Perawatan Medis

06 Oktober 2020, 22: 39: 06 WIB | editor : Haryanto

RUSAK: Sepeda motor Suzuki Tornado M 3561 W yang dikendarai Muhtadi dibawa ke kantor Satlantas Polres Sumenep, Selasa (6/10).

RUSAK: Sepeda motor Suzuki Tornado M 3561 W yang dikendarai Muhtadi dibawa ke kantor Satlantas Polres Sumenep, Selasa (6/10). (Junaidi Pondiyanto/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Badan bus melintang beberapa saat setelah terjadi benturan dengan sepeda motor. Seorang perempuan tergeletak di markah tengah. Seorang pria tengkurap di bahu jalan. Sepeda motor juga terlempar ke pinggir jalan, tak jauh dari tempat mereka terkapar.

Dalam waktu sekejap, pertolongan segera datang. Pengguna jalan lain segera membopong perempuan yang diketahui bernama Helliyah itu ke tepi jalan. Begitu juga dengan suaminya yang terpental ke luar garis markah sisi barat.

Kecelakaan lalu lintas itu terjadi di Jalan Raya Sumenep-Pamekasan, Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Selasa (6/10) sekitar pukul 06.15. Peristiwa tersebut melibatkan bus Akas IV tujuan Surabaya dengan pengendara sepeda motor.

Sepeda motor Suzuki Tornado M 3561 W itu dikendarai Muhtadi, warga Desa Sera Tengah, Kecamatan Bluto. Pagi itu dia bersama istrinya, Helliyah. Mereka melaju dari arah selatan ke utara arah menuju Kota Sumenep.

Saat itu, dari arah berlawanan bus Akas N 7020 UR melaju dengan kecepatan sedang. Tabrakan terjadi saat pengendara sepeda motor hendak menyeberangi jalan. Kecelakaan tidak bisa dihindari karena pengendara sepeda motor seperti ragu-ragu di tengah jalan raya.

Hendarawan Triwantoro, 30, selaku sopir bus itu sempat mengerem. Warga Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, itu kemudian banting setir ke sisi kanan.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Benturan keras terjadi di bagian sudut kiri depan bus. ”Laju kami dalam kecepatan sedang. Rem sudah dirasa tidak nututi, akhirnya sopir banting setir ke sisi kanan,” tutur kondektur bus Mariyam, 35. (jun/luq)

Selengkapnya baca Jawa Pos Radar Madura edisi Rabu, 7 Oktober 2020.

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news