alexametrics
Selasa, 20 Oct 2020
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Anak Sapi Berkaki Lima di Sumenep Sita Perhatian Warga

04 Oktober 2020, 10: 20: 51 WIB | editor : Haryanto

PUNYA 5 KAKI: Agus Afandi menunjukan kondisi anak sapi berkaki lima yang berada di halaman rumahnya di Desa Bantelan, Sabtu (3/10).

PUNYA 5 KAKI: Agus Afandi menunjukan kondisi anak sapi berkaki lima yang berada di halaman rumahnya di Desa Bantelan, Sabtu (3/10). (Junaidi Pondiyanto/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Anak sapi atau pedet betina di Desa Bantelan, Kecamatan Batu Putih menyita perhatian publik. Pasalnya, hewan mamalia itu lahir dengan lima kaki. Tentu berbeda dengan pedet pada umumnya.

Agus Afandi, pemilik sapi menuturkan, sekitar 23 hari yang lalu, sapi betina yang dipeliharanya melahirkan secara normal. Hitungan usia kandungannya juga normal. Sejak dalam kandungan, tidak ditemukan tanda-tanda kelainan.

”Setelah lahir, baru ketahuan kalau ada kelainan. Yakni, memiliki sampai lima kaki,” ujar pria berusia 27 tahun itu.

Menurut Agus, induk sapi itu sudah tujuh kali melahirkan. Pedet yang memiliki kelainan fisik itu merupakan anak yang ketujuh. ”Selain memiliki empat kaki seperti sapi-sapi normal lainnya, ternyata ada satu kaki tumbuh persis di pundaknya,” imbuhnya.

Sejak memiliki pedet berkaki lima, Agus mengaku sering mendapat kunjungan dari sejumlah warga. Dari mereka yang sekadar ingin menyaksikan sampai berminat untuk membeli. Namun, Agus ingin memelihara dan tidak mau menjualnya.

”Ada yang minta saya menentukan harga, tapi saya belum ingin menjual sapi itu,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumenep Khaeru Ahmadi menyampaikan, fenomena sapi memiliki kaki lebih dari empat bisa terjadi akibat kegagalan pada proses perkembangan embrio.

”Ada proses yang bermasalah sehingga muncul kelainan. Yakni, tumbuh kaki di bagian pundak anak sapi itu,” tuturnya.

Menurut Ahmadi, selama sejak lahir kondisinya bagus, hal itu tidak akan mempengaruhi pertumbuhan sapi itu. Artinya, masih layak dipelihara. ”Kalau sejak lahir sehat, tidak masalah dipelihara. Kelainannya juga tidak mengganggu ruang gerak sapi,” jelasnya. (jun)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news