alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radarmadura
Home > Berita Kota
icon featured
Berita Kota

Tekan Persebaran Covid, Pemprov Jatim Gandeng Kedubes Kerajaan Inggris

02 Oktober 2020, 21: 27: 20 WIB | editor : Haryanto

INOVATIF: Gubernur Jatim melaunching webinar via Zoom Meeting, Kamis (1/10).

INOVATIF: Gubernur Jatim melaunching webinar via Zoom Meeting, Kamis (1/10). (Pemprov Jatim for RadarMadura.id)

Share this      

SURABAYA - Pemprov Jatim terus melakukan langkah inovatif untuk menekan persebaran Covid-19. Terbaru, menggandeng Kedubes Kerajaan Inggris Raya dalam program pelatihan behavioural science atau ilmu perubahan perilaku untuk memperkuat penerapan protokol kesehatan (prokes). Pelatihan itu di-launching webinar via Zoom Meeting, Kamis (1/10).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Duta Besar Inggris Raya dan Nudgeplus yang memberikan pelatihan pada tim Humas di Pemprov Jatim. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Duta Besar Inggris Raya untuk ke sekian kalinya memberikan support kepada Pemprov Jatim,” ujarnya.

Menurut dia, format yang nanti akan dilakukan para expert dari Nudgeplus akan memudahkan pemprov melakukan inovasi saat mengajak masyarakat patuh prokes. Ilmu perubahan perilaku itu telah dikembangkan di Inggris Raya dan disesuaikan dengan kultur masyarakat Jatim.

Khofifah mengungkapkan, penerapan prokes yang diperkuat dari berbagai lini terbukti sangat efektif. Dua minggu terakhir, pihaknya juga melakukan operasi yustisi dikombinasikan kampanye pakai masker dilakukan di semua daerah Jatim.

Dijelaskan, Jatim menjadi kasus aktif Covid-19 terendah, yakni 3.455 atau 7.84 persen per Jumat (2/10). Harapannya, penerapan ilmu behavioural science dalam kampanye prokes akan semakin menekan persebaran korona.

“Mudah-mudahan semuanya akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat agar bisa segera beradaptasi pada kebiasaan baru,” harap mantan Menteri Sosial (Mensos) itu.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak berharap program pelatihan tersebut bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan prokes.

"Kolaborasi lintas negara ini dapat membawa manfaat yang konkret. Di tengah pandemi Covid-19 harus terus mencoba cara-cara baru untuk menekan persebaran Covid-19. Pendekatan behavioural science ini memang kita butuhkan,” terangnya.

Ditambahkan, penerapan prokes tidak sesederhana yang dijelaskan. Penerapannya harus membangun kesadaran masyarakat dan pelaku usaha. Kepatuhan terhadap prokes menjadi solusi terbaik untuk mencegah penularan virus korona.

"Pendekatan seperti ini, sebagaimana yang disampaikan Ibu Gubernur menjadi sangat penting. Harapannya, outcome dari behavioral insight memunculkan kesadaran diri sendiri, sehingga bisa menjaga kesehatan antar sesama. Banyak pendekatan psikologi yang dipakai,” ucapnya.

Dijelaskan, program berbasis behavioural bisa mendorong adaptasi kebiasaan baru. "Ada sense of belonging, ada sense of protecting each other. Pada saat kita mengingatkan, justru kita care. Ketika menggunakan masker, bukan berarti menyinggung tetapi melindungi orang lain,” tutupnya.

Dubes Kerajaan Inggris Raya untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins mengatakan, The Nudge Unit menjadi terkenal di Kerajaan Inggris Raya. Sebab, merancang kebijakan dapat mengubah perilaku melalui sebuah intervensi.

Owen mengaku senang, Pemprov Jatim mengambil langkah progresif dengan menggandeng Nudgeplus melakukan hal serupa. "Saya juga senang bekerja sama dengan Kerajaan Inggris Raya dan Jawa Timur yang ditujukan untuk membantu mengatasi persebaran Covid-19 di Indonesia,” katanya.

Dia mengungkapkan, pada masa-masa sulit harus berdiri bersama menghadapi tantangan Covid-19. Pihaknya berterima kasih kepada gubernur dan wakil gubernur Jatim atas dukungannya. "Jawa Timur adalah teman lama Kerajaan Inggris Raya. Kami memiliki banyak kesamaan nilai dan bekerja keras bersama di berbagai bidang,” jelasnya. (bam)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news