alexametrics
Minggu, 27 Sep 2020
radarmadura
Home > Berita Kota
icon featured
Berita Kota

Wahid Wahyudi Minta JMSI Jatim Tunjukkan Eksistensi

12 September 2020, 09: 34: 37 WIB | editor : Haryanto

SOLID: Dari kiri, Wijayanto, Eko Pamuji, Wahid Wahyudi, Syaiful Anam, Lutfil Hakim, dan Arief Sosiawan.

SOLID: Dari kiri, Wijayanto, Eko Pamuji, Wahid Wahyudi, Syaiful Anam, Lutfil Hakim, dan Arief Sosiawan. (JMSI for RadarMadura.id)

Share this      

SURABAYA – Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur bertemu Dr Ir Wahid Wahyudi, M.T., Jumat (10/9). Dalam pertemuan di kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur, Jalan Genteng Kali, Surabaya, itu mereka melakukan audiensi seputar JMSI. Meliputi kepengurusan, anggota, dan kegiatan JMSI Jawa Timur.

Dalam kepengurusan JMSI Jawa Timur, Wahid Wahyudi dipercaya sebagai ketua pembina. ”Terima kasih atas kepercayaannya. Mari JMSI Jatim melakukan aktivitas untuk kepentingan masyarakat,” ujar Pak Wahid.

Menurut dia, banyak organisasi dibentuk dan setelah itu tidak ada aktivitas. Karena itu, JMSI Jawa Timur harus menunjukkan eksistensi. Selain itu, menurut Wahid, JMSI Jawa Timur perlu menunjukkan ”brand” organisasi perusahaan media siber yang kredibel.

”Saya sering berkomunikasi dengan Pak Nuh (Prof Dr M. Nuh, ketua Dewan Pers) yang sama alumni ITS,” ujar pria yang kini menjabat sebagai kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur itu.

Audiensi dipimpin Ketua JMSI Jatim Eko Pamuji. Saat itu dia didampingi Wijayanto (wakil ketua), Arief Sosiawan (wakil ketua), dan Syaiful Anam (sekretaris). Juga turut hadir Lutfil Hakim (anggota dewan pembina).

Eko Pamuji menjelaskan, JMSI Jawa Timur terbentuk setelah deklarasi JMSI di Banjarmasin pada 9 Februari 2020 bersamaan dengan Hari Pers Nasional (HPN). Hingga saat ini sudah ada 26 perusahaan media siber di Jawa Timur yang bergabung. Jumlah itu melebihi syarat minimal sebagai konstituen Dewan Pers, yakni 10 perusahaan media pada satu provinsi.

”Semua perusahaan media yang bergabung dalam JMSI Jatim telah memenuhi standar perusahaan pers sesuai UU Pers,” ujarnya. Beberapa media siber lainnya menyatakan akan bergabung, namun masih melengkapi persyaratan.

Sementara itu, Lutfil Hakim menyatakan, jaringan media siber seperti JMSI lebih fokus pada perusahaannya. Sedangkan wartawannya banyak bergabung dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan organisasi wartawan lainnya. (*/luq)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia