alexametrics
Minggu, 27 Sep 2020
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Tunggakan BPJSKes ke RSUD Smart Rp 9,9 Miliar

09 September 2020, 16: 39: 05 WIB | editor : Haryanto

DILAYANI: Peserta JKN mengurus administrasi di kantor BPJS Kesehatan, Rabu (9/9).

DILAYANI: Peserta JKN mengurus administrasi di kantor BPJS Kesehatan, Rabu (9/9). (Jupri/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Pasien yang berstatus peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) cukup banyak. Namun, pembayaran biaya berobat peserta JKN yang ditanggung Badan Penyelenggara Program Jaminan Sosial Kesehatan (BPJSKes) tersendat-sendat.

Buktinya, tunggakan biaya berobat peserta JKN yang belum dibayar BPJSKes ke RSUD Smart mencapai Rp 9,9 miliar. Dana miliaran tersebut, klaim dari 9.079 peserta JKN yang menjalani perawatan periode Maret tahap dua, Juni dan Juli.

Wakil Direktur (Wadir) Umum dan Keuangan RSUD Smart Daeng Ali Taufik mengatakan, keterlambatan pencairan dana dari BPJSKes biasa terjadi setiap tahun. Kondisi tersebut tidak hanya dialami institusinya. Tapi, semua rumah sakit yang menyediakan jasa pelayanan bagi peserta JKN. Rata-rata, keterlambatan biaya klaim berkisar 4-5 bulan.

"Yang kasihan kalau rumah sakit swasta. Sebab, dananya dari pengelolaan rumah sakit itu sendiri. Kalau kami masih dapat dari pemerintah," imbuhnya.

Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik Eko D. Kesdu BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan mengatakan, setiap pengajuan klaim masih diverifikasi institusinya. Pencairan, maksimal dilakukan 14 hari setelah pengajuan klaim oleh rumah sakit.

"Kami masih verifikasi, karena tidak mungkin pengajuan langsung kami cairkan," ujarnya. (jup)

selengkapnya baca koran Jawa Pos Radar Madura edisi Kamis, 10 September 2020

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia