alexametrics
Minggu, 27 Sep 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Sita 2 Ons Sabu-Sabu

Hasil Jualan Buat Bayar Utang

08 September 2020, 20: 54: 19 WIB | editor : Haryanto

PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA: Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra memberi keterangan saat merilis kasus penyalahgunaan narkoba kemarin.

PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA: Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra memberi keterangan saat merilis kasus penyalahgunaan narkoba kemarin. (Vivin Agustin Hartono/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN - Polres Bangkalan menggelar Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2020. Dalam giat yang dimulai pada 24 Agustus hingga 4 September itu, polisi berhasil mengungkap 11 kasus dengan mengamankan 15 orang tersangka. Satu diantaranya perempuan paro baya.

Para tersangka itu ditangkap Polres Bangkalan dan polsek jajaran. Yakni, Polsek Socah, Polsek Kwanyar, Polsek Kamal, Polsek Arosbaya, dan Polsek Sukolilo.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menyampaikan, polisi mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu (SS) seberat 195,68 gram atau kurang lebih 2 ons. Kemudian, uang senilai Rp 1.320.000.

Perwira menengah asal Sidoarjo itu menambahkan, dari 15 orang tersangka itu, enam orang berperan sebagai pengedar dan sembilan orang pemakai. Dari 11 kasus yang berhasil diungkap, yang paling menonjol adalah tangkapan Polsek Kwanyar.

Sebab, BB yang diamankan mencapai 77,56 gram dengan tersangka atas nama Abdul Sahri. Polres Bangkalan terus berkomitmen  menumpas penyalahgunaan barang haram tersebut.

"Selain fokus pada pelayanan pandemi, kami juga tidak akan pernah lelah mengejar pelaku penyalahgunaan narkoba," tegasnya.

Kasatnarkoba Polres Bangkalan Iptu Iwan Kusdiyanto mengatakan, satu orang tersangka perempuan pengakuannya masih belajar. Motifnya diduga karena kondisi ekonomi. "Kemungkinan karena kebutuhan ekonomi yang mendesak," katanya.

Hoiriyah, 48, tersangka penyalahguna narkoba itu mengaku menyesali perbuatannya. Dia menjual narkoba lantaran desakan ekonomi. Peremuan asal Desa Parseh, Kecamatan Socah sehari-hari bekerja sebagai buruh pengangkut kapur.

"Sebenarnya mau nyoba, tapi sudah tertangkap. Memang baru pertama kali ini. Saya sangat menyesal," terangnya.

Tersangka lainnya, Abdul Sahri mengatakan, hasil menjual SS niatnya untuk menyicil utang. Namun, utangnya belum lunas, sudah ditangkap polisi. "Hasil dari menjual SS dapat Rp 50 ribu-Rp 100 ribu. Hasilnya buat bayar utang sebesar Rp 100 juta," ucapnya sambil tertunduk. (rul/pen)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia