alexametrics
Minggu, 27 Sep 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Dua Remaja Habisi Nyawa Waria

Tersangka Rekayasa Seolah Bunuh Diri

05 September 2020, 19: 55: 50 WIB | editor : Abdul Basri

DIKAWAL KETAT: MT dikeler menuju tempat rilis di Polres Bangkalan kemarin.

DIKAWAL KETAT: MT dikeler menuju tempat rilis di Polres Bangkalan kemarin. (DARUL HAKIM/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Dua hari anak tidak pulang. Saat ditemukan ternyata nyawanya sudah melayang. Asmat, 31, warga Desa Langpanggang, Kecamatan Modung, Bangkalan, diduga dibunuh.

Duka itu dialami keluarga wanita pria (waria) tersebut. Setelah dua hari tidak pulang, keluarga melihat story di WhatsApp (WA) berisi permintaan maaf dan pamitan.

Karena takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, seorang anggota keluarga mendatangi salon milik Asmat Kamis (3/9) sekitar pukul 17.30. Lokasinya berada di pinggir Jalan Raya Desa Langpanggang.

TAK BERNYAWA: Petugas menggunakan APD mengevakuasi mayat Mr X di Dusun Sekar Bungoh, Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Bangkalan, kemarin.

TAK BERNYAWA: Petugas menggunakan APD mengevakuasi mayat Mr X di Dusun Sekar Bungoh, Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Bangkalan, kemarin. (HUMAS POLRES FOR RadarMadura.id)

Pada saat itu di tempat kejadian perkara (TKP) juga ada teman Asmat yang hendak potong rambut. Mereka R (inisial) dan A. Sama-sama berumur 18 tahun. Dua rekan Asmat itu sudah menunggu lama. Sedangkan tempat usaha tersebut dalam keadaan kosong dan listrik padam. 

Lalu, R hendak ke kamar mandi. Saat itulah dia kaget karena melihat Asmat tak bernyawa. Posisi leher terikat selang air. Dari hidung korban keluar darah.

Setelah itu, saksi melaporkan ke polsek dilanjutkan ke Polres Bangkalan. Lalu, tim Satreskrim Polres Bangkalan bersama tim identifikasi melakukan olah TKP dari pukul 18.00–20.00. Saat olah TKP, tim menemukan kejanggalan. Di kepala belakang korban ditemukan luka akibat pukulan benda tumpul.

Selain itu, kondisi salon dalam keadaan berantakan. Kendaraan dan handphone (HP) Asmat tidak ada di tempat. Setelah tim melakukan olah TKP, dilanjutkan melakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil menangkap seorang tersangka sekitar pukul 21.30. ”Dalam waktu sekitar lima jam pelaku berhasil kami amankan,” tuturnya.

Tersangka yang sudah diamankan berinisial MT, 17. Malam itu dia mengendarai sepeda motor di jalan raya dekat Pasar Modung bersama MA, 16. Keduanya warga Kecamatan Modung.

Setelah dicegat dan digeledah, polisi menemukan HP korban di saku tersangka. Sedangkan MA yang jadi joki melarikan diri. MT melakukan pembunuhan dengan memukul kepala korban menggunakan kayu tiga kali. Dia dibantu MA yang kini jadi buronan. Kemudian, tangan dan kaki korban diikat. Lalu, diseret ke kamar mandi.

Sampai di kamar mandi, korban kembali dipukul hingga pingsan. Tersangka menjerat leher korban menggunakan selang air yang diikatkan di atap kamar mandi. Setelah itu, tersangka mengambil uang, HP, dan sepeda motor korban. Lalu, melarikan diri.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sobarnapraja menambahkan, tersangka awalnya datang ke salon korban hendak mewarnai rambut. Usai melakukan pembunuhan, tersangka membawa lari HP, motor, dan uang milik korban.

”Motif pelaku melakukan pembunuhan karena kesal,” terang Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra saat rilis kemarin (4/9).

Perwira asal Jawa Barat itu menambahkan, setelah pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan, pembunuhan terhadap korban dilakukan sekitar pukul 14.00.

Kemudian, sekitar pukul 17.00, MT menuliskan kata-kata pamit dan meminta maaf di story WA korban. ”Supaya seolah-olah korban bunuh diri,” katanya.

Barang bukti (BB) yang diamankan berupa selang biru, pakaian korban, handuk, kain merah dan biru, dua sepeda motor, HP korban, dan uang tunai. Tersangka dijerat pasal 338 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 atau pasal 351 ayat 3 juncto pasal 55 ayat 1 dan pasal 363 ayat 1 ke-4 dan ke-5 KUHP. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Helmi, 26, warga sekitar menuturkan, korban memiliki salon lebih kurang setahun. Yang menemukan kali pertama keluarga dan rekan Asmat. ”Korban memang tidak pulang selama dua hari,” tuturnya.

Sementara itu, warga pesisir Dusun Sekar Bungoh, Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Bangkalan, digegerkan dengan penemuan mayat kemarin (4/9). Mayat laki-laki itu ditemukan dalam posisi telungkup dan tanpa busana.

Mayat berperawakan tinggi itu diperkirakan berumur 60 tahun. Kondisi mayat sudah bengkak. Kali pertama ditemukan oleh Mustofa, 35, warga setempat. ”Mustofa hendak melaut sekitar pukul 05.00,” ungkap Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Moh. Bahrudi.

Perwira pertama berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu menambahakan, di tubuh korban tidak ditemukan bekas luka. Dari lokasi penemuan, mayat dibawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk diotopsi. 

(mr/luq/rul/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia