alexametrics
Minggu, 27 Sep 2020
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Pelajaran Berharga dari Semangat Kerja Ruston Fatahillah

Satu Kaki Tak Membuat Ruston Kecil Hati

04 September 2020, 07: 26: 47 WIB | editor : Abdul Basri

TEGAR: Ruston Fatahillah, staf mutasi penduduk Bidang Kependudukan Dispendukcapil Sampang berbincang dengan mahasiswa IAIN Madura sambil menunjukkan kaki palsunya di ruangannya kemarin.

TEGAR: Ruston Fatahillah, staf mutasi penduduk Bidang Kependudukan Dispendukcapil Sampang berbincang dengan mahasiswa IAIN Madura sambil menunjukkan kaki palsunya di ruangannya kemarin. (MOH. IQBAL/RadarMadura.id)

Share this      

Kecelakaan maut 13 tahun lalu tidak bisa dilupakan Ruston. Nyawa sepupunya melayang. Ruston kehilangan kaki kanan. Namun, semua itu tidak membuatnya patah arang.

MOH. IQBAL, Sampang, Jawa Pos Radar Madura

BERSYUKUR dan semangat bekerja. Itulah yang terus tertanam di benak Ruston Fatahillah. Meski memiliki fisik tidak sempurna, tidak membuat pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sampang ciut.

Jawa Pos Radar Madura menemui Ruston di kantornya di Jalan Kusuma Bangsa sekitar pukul 09.25 kemarin (3/9). Saat itu, pria 36 tahun tersebut keluar dari ruang Plt Kepala Dispendukcapil Edi Subinto dengan berjalan bertindih.

Kemudian, mengajak JPRM ke salah satu ruangan kerjanya. Staf mutasi penduduk bidang kependudukan tersebut saat ini memiliki anggota tubuh tidak utuh. Kaki kanannya tidak ada. Terpaksa menggunakan kaki palsu.

Perubahan itu terjadi akhir 2007. Saat itu, Ruston pulang dari Sumenep menuju Sampang. Saat fajar baru menyingsing, dia melaju dari Kota Sumekar bersama sepupunya.

Di atas sepeda motor itu mereka berjalan saat azan Subuh baru berkumandang. Sampai di Kecamatan Larangan, Pamekasan, tabrakan dengan mobil Xenia. Kejadian tersebut mengakibatkan sepeda motor yang dinaikinya hangus terbakar. Sementara sepupu yang diboncengnya meninggal.

”Saat kejadian saya tidak menyadari kalau kaki sebelah kanan hilang. Saya baru sadar saat orang berteriak kalau kaki saya tidak ada. Tapi, waktu itu saya tetap tenang,” kenang pria kelahiran 9 November 1984 itu.

Setelah itu, dia tidak masuk kerja delapan bulan. Selama itu dia masih menjalani perawatan intensif. Upaya untuk menyambung kakinya tidak berhasil. Sehingga, terpaksa harus menerima kenyataan pahit dengan satu kaki.

Pada 2008 Ruston kembali masuk kantor. Saat itu dia menggunakan kursi roda. ”Saya dari rumah waktu itu naik becak. Terus sampai di kantor pakai kursi roda. Alhamdulillah, teman-teman ada yang membantu,” ucap warga Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Kota Sampang itu.

Pria tiga anak tersebut tetap bekerja dengan semangat walau dengan satu kaki. Apalagi saat mendapatkan bantuan kaki palsu pada akhir 2008, semangatnya semakin tumbuh. Bahkan, dirinya beberapa kali mewakili rapat ke provinsi.

”Walau keadaan seperti ini, saya tidak merasa kecil hati. Saya merasa ikhlas dan menerima kenyataan ini. Bahkan, yang menjadi saya semakin kuat untuk bekerja adalah istri yang terus mendukung dan menerima keadaan saya,” terang suami Zainah yang menikah pada 2011 itu.

Awal tahun ini dia mendapatkan penghargaan dari kepala Dispendukcapil Sampang sebagai karyawan terbaik 2019. Piagam penghargaan itu atas prestasi, dedikasi, dan kerja keras dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

”Memang ada sebagian pegawai yang mendapatkan piagam penghargaan terbaik. Salah satunya saya. Yang jelas ini suatu anugerah bagi saya untuk tetap bekerja lebih semangat lagi ke depan, meski dengan keterbatasan,” tutup Ruston.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia