alexametrics
Minggu, 27 Sep 2020
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

SD-SMP Boleh Belajar Tatap Muka

02 September 2020, 11: 58: 34 WIB | editor : Abdul Basri

GIAT: Siswa SDN Manding Laok 1 menyimak materi yang disampaikan guru di Kecamatan Manding, Sumenep, beberapa waktu lalu.

GIAT: Siswa SDN Manding Laok 1 menyimak materi yang disampaikan guru di Kecamatan Manding, Sumenep, beberapa waktu lalu. (AMINATUS SUHRA/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura ­– Ratusan sekolah tingkat SD dan SMP di Sumenep siap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Secara teknis, kegiatan belajar mengajar (KBM) diserahkan pada sekolah. Sesuai kesepakatan wali murid, kepala sekolah (Kasek), dan guru.

Penyelenggaraan kegiatan pendidikan mulai dilonggarkan. Sebab, banyak kecamatan berubah menjadi zona hijau dan kuning. Selain itu, banyak orang tua yang meminta pelaksanaan pendidikan dilakukan secara langsung.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), sejumlah sekolah melaksanakan pembelajaran luar jaringan (luring). Ada yang di luar lingkungan sekolah. Ada juga yang di dalam sekolah. Tetapi, kelangsungan pembelajaran menggunakan sistem sif. Satu kelas dibagi menjadi tiga hingga tiga kelompok belajar.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Carto tidak melarang pembelajaran secara luring. Sebab, hal itu mengutamakan pelayanan pada masyarakat. Pembelajaran luring dilaksanakan sebagai bentuk kreativitas dari lembaga tersebut.

Carto mengakui, pembelajaran jarak jauh tidak efektif. Apalagi, sekolah-sekolah di pinggiran. Kemampuan orang tua untuk mengajari anaknya juga terbatas. Karena itu, pihak sekolah harus pandai mengemas kelangsungan pembelajaran pada masa pandemi.

”Karena banyak siswa yang akan pindah ke sekolah swasta lain yang melakukan pembelajaran langsung dari sebelumnya. Padahal, peraturan menteri yang digunakan sama,” terang Carto.

Pihaknya telah mengajukan izin kepada tim gugus untuk melaksanakan PTM. Persiapan kelengkapan sekolah mulai dilakukan. ”Kami sudah membuat edaran dan menceklis SD-MP untuk kesiapan protokol kesehatannya,” tambahnya.

Carto menambahkan, PTM di semua lembaga pendidikan naungan instasinya sudah bisa dilaksanakan mulai kemarin (1/9). PTM dilakukan serentak oleh SD dan SMP. ”Untuk SD, yang diperbolehkan masih kelas 4, 5, dan 6,” tuturnya. Pelaksanaan pembelajaran juga mengikuti protokol kesehatan (prokes).

Kabid Pembinaan SD Disdik Sumenep Abd. Kadir menerangkan, sekolah yang akan melangsungkan PTM membuat surat pernyataan kesiapan pelaksanaan pembelajaran tersebut. Sudah ada sekitar 125 sekolah yang siap melaksanakan PTM. Tim gugus hanya meminta surat keterangan kesanggupan perwakilan tiga sekolah dari tiap kecamatan.

Surat kesiapan tersebut dikumpulkan pada koordinator pengawas. Nantinya tim gugus melakukan pemantauan untuk memastikan kesiapan setiap sekolah. Lembaga pendidikan yang tidak mengikuti prosedur tetap (protap) new normal tidak akan diizinkan melangsungkan PTM sesuai dengan ketentuan.

Sekretaris Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Sumenep Edy Rasiyadi menyampaikan, pelaksanaan PTM jenjang SD dan SMP tidak sama seperti sebelum masa pandemi. Peserta yang masuk akan diberlakukan sistem sif dan jam pelajaran tidak lama.

Selain itu, peserta wajib mengikuti prokes. Sekolah yang tidak menerapkan protap new normal tidak akan diizinkan melaksanakan PTM. (mi)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia