alexametrics
Minggu, 27 Sep 2020
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Kementerian Perhubungan Beri Sinyal Positif

Pemkab Siapkan Rp 6 M untuk Lahan Hanggar

01 September 2020, 18: 48: 58 WIB | editor : Abdul Basri

BERMASKER: Bupati Sumenep A. Busyro Karim menemui anggota Komisi V DPR RI Sadarestuwati dan Direktur Bandara Kemenhub Nafhan Syahroni di salah satu ruangan Bandara Trunojoyo, Senin (24/8).

BERMASKER: Bupati Sumenep A. Busyro Karim menemui anggota Komisi V DPR RI Sadarestuwati dan Direktur Bandara Kemenhub Nafhan Syahroni di salah satu ruangan Bandara Trunojoyo, Senin (24/8). (HERIVIYA YUVI/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk memiliki hanggar mendapat respons positif Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Apalagi, saat ini pemkab menyediakan Rp 6 miliar untuk pembebasan lahan.

Dalam diskusi bersama anggota Komisi V DPR RI Sadarestuwati dan Direktur Bandara Kemenhub Nafhan Syahroni serta Bupati Sumenep A Busyro Karim, Senin (24/8), hanggar jadi pembahasan menarik. Hanggar menjadi salah satu target kepemimpinan A. Busyro Karim dan Achmad Fauzi.

”Kami sudah mempersiapkan dana untuk pembebasan lahan sekitar Rp 6 miliar,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep Yayak Nurwahyudi.

Nafhan Syahroni memberikan sinyal baik terkait pembangunan hanggar tersebut. Menurut dia, di Sumenep sangat mungkin dibangun hanggar. ”Sangat mungkin dibangun. Kalaupun APBN belum mampu, bisa bekerja sama dengan pihak swasta,” terangnya.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Trunojoyo Sumenep Indra Triyantono menyampaikan, rencana pembangunan hanggar telah diusulkan ke Kemenhub agar bisa dianggarkan dalam APBN 2021. Bisnis penunjang bandara sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Fokusnya lebih pada pengembangan fungsi. Dengan demikian, bandara bukan hanya untuk pelayanan penerbangan. Melainkan juga bisa untuk maintenance pesawat.

Sadarestuwati juga menyambut baik keinginan pihak bandara dan Pemkab Sumenep dalam pengembangan Bandara Trunojoyo dengan membangun hanggar. ”Kalau melihat dari hasil pengembangan pembangunan, saya kira sudah layak, tinggal bagaimana hasil kajiannya,” ujarnya.

Untuk diketahui, pembangunan hanggar pesawat membutuhkan dana sekitar Rp 35 miliar sampai Rp 40 miliar. Hanggar yang akan dibangun dibatasi bagi pesawat tertentu. Maksimal pesawat yang bisa dilayani untuk maintenance yakni jenis ATR 72 seperti Wings Air. (via)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia