alexametrics
Senin, 21 Sep 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

PNS Diciduk karena Narkoba, Camat Sebut seperti Gangguan Jiwa

31 Agustus 2020, 13: 07: 17 WIB | editor : Abdul Basri

DIBORGOL: M. Andri Subroto menunjukkan barang bukti saat berada di Mapolsek Raas, Sumenep, Minggu (30/8).

DIBORGOL: M. Andri Subroto menunjukkan barang bukti saat berada di Mapolsek Raas, Sumenep, Minggu (30/8). (POLSEK RAAS FOR RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Setelah Kadus, kini disusul PNS. Begitulah alur pengungkapan kasus narkoba sepekan terakhir.

Senin (24/8) Polres Sumenep menangkap Andi Kurniawan di Desa Nyabakan Timur, Batang-Batang. Pria 26 tahun itu merupakan salah seorang kepala dusun (Kadus) di Desa Baban, Kecamatan Gapura. 

Sepekan kemudian, Minggu (30/8) polisi menangkap M. Andri Subroto, seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Sumenep.

Andri ditangkap saat hendak transaksi di Desa Brakas, Kecamatan/Pulau Raas. Penangkapan dilakukan oleh anggota Polsek Raas sekitar pukul 05.30. Aktivitas warga Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep memang sudah lama dipantau polisi. 

Kapolsek Raas AKP Ali Ridho menyampaikan sesuai informasi masyarakat, tersangka kerap mengonsumsi narkoba jenis sabu. Mendengar Andri berada di wilayah hukum Kecamatan Raas, polisi melakukan penyelidikan.

Saat itu diketahui Andri berada di rumah Wahyudi di Desa Brakas, Kecamatan Raas. Untuk memastikan, polisi langsung melakukan penggerebekan dan penggeledahan. Hasilnya, ditemukan dua kantong plastik klip berisi sabu-sabu seberat 0,57 gram dan 1,28 gram.

Tersangka beserta barang bukti langsung diamankan. Sementara, pemilik rumah tidak ikut diamankan karena tidak mengetahui atas kepemilikan barang haram tersebut. Kepada polisi, tersangka mengaku masih aktif berprofesi sebagai PNS di Satpol PP Sumenep.

Saat ini, polisi masih mendalami jaringan narkoba di wilayah Kecamatan Raas. ”Masih kami dalami, pelaku belum sempat transaksi dan mengaku PNS di Satpol PP Sumenep,” jelasnya.

Kabid Ketertiban, Ketenteraman Umum, dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Sumenep Fajar Santoso menepis bahwa Andri adalah PNS di instansinya. Sekalipun, sering datang ke kantor satpol PP dengan seragam lengkap. 

Dirinya hanya membenarkan bahwa tersangka pernah bertugas sebagai anggota satpol PP kisaran 2014. Namun, sudah dipindah untuk berdinas di Kecamatan Batuan. ”Memang sering datang ke kantor dengan seragam lengkap, tapi dia dinasnya sudah dipindah ke Kecamatan Batuan,” jelasnya.

Sementara Camat Batuan Moh. Munir tidak menampik bahwa tersangka adalah stafnya. Menurutnya, selama ini pihaknya memang kewalahan untuk mengatur Andri. Dia juga tidak menampik kalau yang bersangkutan sering berseragam satpol PP dan mendatangi kantor penegak perda tersebut.

Menurut dia, gerak-gerik Andri selama ini seperti mengalami gangguan jiwa. Pihaknya menyerahkan penuh kepada pihak kepolisian agar diproses secara hukum. ”Memang anggota saya. Sepertinya memang kurang normal. Tapi, dia masih aktif sebagai PNS,” jelasnya. (jun)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia