alexametrics
Minggu, 27 Sep 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Oknum Polisi Jadi Kurir Narkoba

2,7 Kilogram SS Berhasil Diamankan

09 Agustus 2020, 07: 45: 09 WIB | editor : Abdul Basri

Oknum Polisi Jadi Kurir Narkoba

Share this      

SURABAYA, Jawa Pos Radar Madura – Bisnis haram narkoba menyasar hampir semua kalangan. Tidak terkecuali kepolisian. Terbukti, anggota Korps Bhayangkara yang bertugas di Bangkalan diciduk lantaran nyambi jadi kurir barang haram itu.

Polrestabes Surabaya merilis enam tersangka penyalah guna narkoba, Jumat (7/8). Mereka yakni, Ficky, 28, warga Jalan Demak, Surabaya; Fitria, 21, warga Jalan Kedinding, Surabaya; dan Zaidan, 18, warga Jalan Irawati, Surabaya.

Kemudian, Latifah alias Rara, 27, warga Tenggumung, Surabaya; Rizky, 34, warga Jalan Kemayoran, Bangkalan; dan Agus, 36, warga Jalan Imam Bonjol, Ponorogo. Rizky merupakan anggota polisi yang bertugas di Bangkalan. Sementara Agus juga anggota polisi bertugas di Ponorogo.

Pengungkapan jaringan narkoba itu hasil pengembangan kasus yang ditangani Polrestabes Surabaya. Semula, tiga tersangka ditangkap dengan barang bukti (BB) 1.300 butir ekstasi. Kemudian, dikembangkan sampai terungkap adanya oknum polisi yang terlibat.

Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian mengatakan, polisi memeriksa HP milik salah satu tersangka atas nama Ficky. Kemudian, ditemukan pesan pengiriman paket sabu sebanyak 14 kilogram dan 500 butir pil ekstasi.

Barang haram itu dikirim melalui ojek online  ke sebuah rumah kos di kawasan Tambak Segaran, Surabaya. Polisi langsung menuju lokasi tersebut. Hasilnya, ditemukan Rizky, oknum polisi bersama Latifah, kekasihnya.

Ketika diinterogasi, diakui narkotika yang dikirim tersangka lain disimpan di rumah kos yang berada di Jalan Ploso. Polisi terus mengejar barang bukti tersebut. Sesampainya di lokasi, ditemukan sabu-sabu seberat 2,7 kilogram.

Polisi juga menemukan alat timbang, airsoft gun, dan tujuh butir pil ekstasi. Sabu-sabu itu didistribusikan Latifah atas perintah salah satu bandar yang sekarang mendekam di penjara.

Polisi terus mengembangkan kasus tersebut. Sampai akhirnya berhasil ditangkap enam orang tersangka. ”Dua orang tersangka berusaha kabur saat ditangkap. Terpaksa kami menembak dengan terarah dan terukur,” katanya kemarin (8/8).

Enam orang tersangka dijerat pasal berbeda. Tersangka Ficky dan Fitria dijerat pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat (1) dan pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sedangkan tersangka Latifah alias Rara dan Rizky dijerat pasal 114 ayat 2 jo. Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1). Lalu, tersangka Agus dijerat pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) dengan ancaman hukuman minimal penjara 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Moh. Bahrudi mengaku belum mendengar informasi adanya oknum anggota yang diamankan polisi karena kasus narkoba. Jika benar ada polisi tesandung kasus narkoba, risiko ditanggung sendiri.

”Polres Bangkalan sudah ada pakta integritas. Kalau anggota kena kasus narkoba, sanksinya pecat,” tandasnya. 

(mr/rul/pen/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia