alexametrics
Selasa, 29 Sep 2020
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang

Pemilik Kapal Abaikan Keselamatan

09 Agustus 2020, 07: 42: 19 WIB | editor : Abdul Basri

TERIK: Sejumlah warga berada di sekitar Pelabuhan Tanglok, Sampang, kemarin.

TERIK: Sejumlah warga berada di sekitar Pelabuhan Tanglok, Sampang, kemarin. (MOH. IQBAL/RadarMadura.id)

Share this      

    SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Pemilik kapal yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Tanglok menuju Pulau Mandangin cenderung mengabaikan keselamatan. Indikasinya, pelampung yang diberi pemerintah tidak digunakan saat berlayar.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Yulis Juwaidi mengatakan, pemerintah memberi bantuan life jacket kepada pemilik kapal beberapa waktu lalu. Namun, pemilik kapal tidak menggunakan alat pengaman itu.

Sosialisasi kepada penumpang dan nakhoda dilakukan. Mereka diminta menggunakan pelampung saat berlayar. Namun, masih banyak yang abai. ”Tiap kapal ada alat keselamatannya. Kami sudah menegaskan agar dipakai saat berlayar,” katanya kemarin (8/8).

Tahun ini ada bantuan alat keselamatan berlayar. Sebab, harganya cukup mahal sementara anggaran yang dimiliki terbatas. ”Nanti akan kami usulkan agar setiap kapal dapat bantuan lagi,” janjinya.

            Yulis meminta pemilik kapal tidak mengabaikan keselamatan penumpang. Pelampung yang ada harus digunakan saat berlayar. Kemudian, tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitas kapal.

            Kasatpolair Polres Sampang Iptu Catur Raharjo mengatakan, sosialisasi terkait keselamatan penumpang dilakukan. Life jacket yang tersedia di tiap kapal harus digunakan saat berlayar. ”Setiap hari kami berikan imbauan keselamatan,” terangnya.    

            Pemilik kapal diminta menyediakan pelampung sesuai dengan jumlah kapasitas penumpang. Dengan demikian, saat berlayar, tidak ada satu pun orang yang tidak mengenakan alat keselamatan itu.

Marhatib, salah satu nakhoda kapal mengaku menyiapkan pelampung untuk keselamatan. Sebanyak 20 unit hasil bantuan pemerintah disediakan. ”Setiap kapal dapat 20 pelampung,” katanya.

Pada waktu pemberian bantuan, nakhoda kapal diberi pemahaman terkait keselamatan berlayar. Namun, sekarang sosialisasi jarang dilakukan. Padahal, pemberian pemahaman dari pemerintah sangat dibutuhkan.

”Intinya kalau sosialisasi terkait keamanan dan keselamatan transportasi laut itu jarang. (Hanya) tahun lalu pada saat pemberian bantuan life jacket. Selebihnya tidak pernah (sosialisasi),” tandasnya. (iqb)

(mr/pen/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia