alexametrics
Minggu, 27 Sep 2020
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Anggaran Dipangkas, Revitalisasi Terminal Lama Batal

09 Agustus 2020, 07: 39: 56 WIB | editor : Abdul Basri

GAGAL DIREHAB: Warga berada di area terminal lama di Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, kemarin.

GAGAL DIREHAB: Warga berada di area terminal lama di Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Pemkab berencana merevitalisasi Terminal Lama di Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu. Anggaran senilai Rp 300 juta disiapkan.

Namun, rencana tersebut terpaksa dibatalkan. Sebab, anggaran dipangkas dan dialihkan untuk percepatan penanganan dampak Covid-19.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan Ajib Abdullah mengatakan, revitalisasi Terminal Lama masuk rencana kerja (renja). Namun, karena ada refocusing anggaran, rencana itu tidak bisa direalisasikan.

Anggaran yang dipersiapkan dinolkan demi percepatan penanganan pandemi Covid-19. Rencananya, revitalisasi itu akan diajukan kembali melalui APBD Perubahan. Namun, tidak bisa dipastikan usulan itu diterima atau ditolak.

Program tersebut menjadi prioritas. Sebab, terminal yang digunakan angkutan antarkota di Madura itu kurang representatif. ”Kalau tidak urgen, tidak mungkin akan ada di renja,” katanya kemarin (8/8).

Ada dua pekerjaan pokok dalam rencana revitalisasi itu. Yakni, ruang tunggu dan tempat pedagang berjualan. ”Kami ingin tata ulang pedagang yang ada di terminal lama,” kata Plt kepala Distan PHP Pamekasan itu.

Anggota Komisi I DPRD Pamekasan Ali Masykur mengatakan, revitalisasi terminal lama sangat diperlukan. Sebab, kondisinya karut marut dan pengelolaannya kurang maksimal. ”Kadang ada petugasnya, kadang tidak ada,” kritiknya.

Meski revitalisasi belum bisa dilakukan, pengelolaan harus ditingkatkan. Tujuannya, mencegah kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi. ”Sejak dulu sudah kami minta agar dipasang portal. Tujuannya bukan apa-apa, supaya tidak ada kebocoran PAD,” tegasnya. (jup)

(mr/pen/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia