alexametrics
Selasa, 29 Sep 2020
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Ubah Formasi Paskibraka, Tunjuk 10 PPI 2019

08 Agustus 2020, 20: 36: 35 WIB | editor : Abdul Basri

MATANGKAN PERSIAPAN: Siswa direkrut dari Purna Paskibraka Indonesia 2019 saat mengikuti latihan bersama di halaman kantor Pemkab Sumenep kemarin.

MATANGKAN PERSIAPAN: Siswa direkrut dari Purna Paskibraka Indonesia 2019 saat mengikuti latihan bersama di halaman kantor Pemkab Sumenep kemarin. (JUNAIDI PONIDYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Formasi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) tahun ini berubah. Sebanyak 74 peserta lolos seleksi Paskibaraka harus gigit jari. Mereka belum bisa mengukir sejarah sebagai Paskibraka pada Hari Ulag Tahun (HUT) Ke-75 Republik Indonesia.

Kabid Pemuda dan Olahraga Disparbudpora Sumenep Subiyakto mengutarakan, sesuai petunjuk pemerintah pusat, ada perubahan formasi Paskibaraka tahun ini. Berlaku secara nasional dengan menunjuk 10 orang Purna Paskibraka Indonesia (PPI) 2019.

Jumlahnya dirampingkan dalam rangka penerapan protokol kesehatan. Tiga orang bertugas sebagai pengerek bendera dan lima lainya sebagai pengawal. Latihannya tetap melibatkan unsur lain seperti dari kepolisian, TNI, dan PPI.

Meski demikian, pemerintah tatap memberikan apresiasi kepada calon Paskibraka yang terpilih pada 2020. Sebagai reward, misalnya, berupa piagam penghargaan atau uang pembinaan. Namun, akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Sepuluh PPI 2019 yang bertugas tahun ini akan menambah daftar penerima reward dari pemerintah. Secara keseluruhan, anggaran untuk Paskibraka disediakan Rp 360 juta. Semua tahapan dari proses seleksi sampai pelaksanan kegiatan diambilkan dari anggaran tersebut.

Sampai sekarang, anggaran baru terserap sekitar 25 persen atau Rp 90 juta. Mengingat, latihan baru saja dimulai dan hanya dipergunakan untuk biaya tahap seleksi beberapa bulan lalu. Sekarang latihan kepada 10 orang dari PPI mulai dilakukan.

”Anggaran yang terserap masih sedikit. Sebelumnya tidak ada pengeluaran karena memang tidak ada aktivitas,” katanya kemarin (7/8).

Jumlah nominal untuk reward kepada 74 peserta yang lolos belum bisa dipastikan. Pihaknya masih akan merapatkan dengan panitia dan atas persetujuan bupati. ”Saat ini kami sedang fokus latihan karena pelaksanaannya tinggal menghitung jari,” tandasnya. (jun)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia