alexametrics
Selasa, 29 Sep 2020
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Prediksi Kunjungan Melonjak Akhir Tahun

08 Agustus 2020, 20: 10: 11 WIB | editor : Abdul Basri

MULAI RAMAI: Wisatawan saat mengunjungi wisata religi Asta Tinggi Sumenep, Rabu (5/8).

MULAI RAMAI: Wisatawan saat mengunjungi wisata religi Asta Tinggi Sumenep, Rabu (5/8). (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Industri wisata di Sumenep belum bisa dipulihkan sekalipun memasuki era kebiasaan baru. Pemerintah belum melegalkan destinasi wisata untuk beroperasi. Lonjakan kunjungan wisata diprediski akan terjadi pada akhir tahun.

Hal itu disampaikan Kabid Pariwisata Disparbudpora Sumenep Imam Bukhori. Menurutnya, sekalipun mengalami masa sulit, geliat industri sektor wisata masih berpeluang kembali pada masa keemasan. Peningkatan jumlah kunjungan wisata diperkirakan akan marak pada akhir tahun.

Prediksi itu tentu beriringan dengan kebijakan pemerintah apabila mengizinkan tempat wisata beroperasi. Hal ini bisa dianalisis dari kejenuhan masyarakat atas penerapan imbauan untuk berdiam di rumah selama masa pandemi. Dengan begitu, kunjungan wisata bisa saja membeludak saat diperbolehkan.

Lonjangan itu bisa terjadi pada wisatawan domestik. Sebab, bagi wisatawan luar daerah masih tetap memperhitungkan situasi pandemi. Momen akhir tahun juga berbarengan dengan cuti bersama yang sempat ditunda pemerintah.

Karena itu, pengelola tempat wisata harus bersiap diri untuk pengendalikan jumlah kunjungan sesuai protokol kesehatan. ”Masyarakat yang jenuh karena pemberlakuan stay at home pasti berbondong-bondong berwisata. Apalagi, cuti bersama ditunda pada akhir tahun,” jelasnya.

Menurut Imam, puncak kunjungan wisata biasanya terjadi pada momen libur Lebaran. Dari Lebaran Idul Fitri maupun Hari Raya Idul Adha. Namun, kesempatan itu sudah terlewati dalam keadaan tempat wisata belum beroperasi.

Dia tidak menampik penutupan tempat wisata juga berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD). Tahun ini PAD dari bidang pariwisata dibebani target Rp 500 juta. Nominal lebih besar dari target tahun lalu yakni Rp 425.845.000.

Sebelum wisata ditutup, pencapaian PAD sementara baru di angka Rp 115.686.000 sekitar 23,137 persen dari target. Pihaknnya akan mengusulkan penyesuaian PAD pada perubahan anggaran keuangan (PAK). Dengan demikian, pada akhir tahun antara capaian dengan target PAD tidak terlalu berbeda jauh.

Sumber PAD pariwisata berasal dari destinasi yang dikelola pemrintah. Yakni, Museum Keraton Sumenep, Pantai Lombang, dan Pantai Slopeng. Tiga destinasi wisata itu masih tutup sejak Maret lalu. ”Sekalipun diprediksi kunjungan meningkat, untuk mencapai PAD 100 persen masih mengkhawatirkan. Sebab, di Sumenep banyak tempat wisata,” jelasnya. (jun)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia