alexametrics
Selasa, 29 Sep 2020
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Promosi Pariwisata Tidak Jalan

08 Agustus 2020, 20: 07: 59 WIB | editor : Abdul Basri

GRATIS: Wisatawan menikmati panorama di destinasi Ekowisata Mangrove, Desa Lembung Kecamatan Galis, Pamekasan, kemarin.

GRATIS: Wisatawan menikmati panorama di destinasi Ekowisata Mangrove, Desa Lembung Kecamatan Galis, Pamekasan, kemarin. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Pemkab Pamekasan melalui dinas pariwisata dan kebudayaan (disparbud) menganggarkan Rp 200 juta untuk mempromosikan pariwisata daerah. Namun, anggaran tersebut tidak terpakai sama sekali sejak Januari hingga akhirnya dipangkas untuk Covid-19.

Plt Kepala Disparbud Pamekasan Nurul Widiastuti menjelaskan, anggaran promosi memang belum terpakai sama sekali karena kena refocusing. Karena itu, tahun ini Pemkab Pamekasan tidak bisa mempromosikan destinasi wisata daerah melalui sejumlah media.

”Dipangkas semuanya dan akhirnya tidak ada program promosi tahun ini,” terangnya kemarin (7/8). Dia mengatakan, ketika program belum dikerjakan sama sekali, lalu ada refocusing memang cenderung akan dipangkas semua.

Sementara jika program sudah dimulai, biasanya hanya dipangkas sebagian. Dengan begitu, promosi wisata daerah dari Januari–Maret dipastikan tidak dikerjakan.

Pemangkasan anggaran di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk penanganan Covid-19 itu dimulai sekitar April 2020. Anggaran untuk Covid-19 pun bulat di kisaran Rp 96 miliar.

Ketua Pansus Percepatan Penanganan Covid-19 Pamekasan Muhammad Sahur mengatakan, pemangkasan memang berefek luar biasa pada sejumlah program pemerintah. Termasuk pada kegiatan promosi pariwisata. Namun, dinas terkait tidak boleh kehilangan cara dalam mempromosikan destinasi wisata daerah.

”Kelompok sadar wisata yang rata-rata milenial bisa diminta mempromosikan lewat media sosial,” jelas pria yang juga ketua Komisi IV DPRD Pamekasan itu.

Namun, Sahur menyayangkan karena program promosi tersebut tidak digarap sama sekali. ”Promosi di era sekarang sangat penting, kan bisa jadi lemahnya kunjungan wisatawan ini justru berasal dari lemahnya promosi,” katanya. (ky)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia