alexametrics
Selasa, 29 Sep 2020
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Bripka Khoirul Anam, Inisiator Internet Gratis untuk Siswa

Kerja Ikhlas, Yakin Rezeki Akan Mengalir

08 Agustus 2020, 20: 01: 12 WIB | editor : Abdul Basri

BERI PELAYANAN: Bripka Khoirul Anam menemani pelajar di ruang tunggu Polsek Socah, Bangkalan, Kamis siang (6/8).

BERI PELAYANAN: Bripka Khoirul Anam menemani pelajar di ruang tunggu Polsek Socah, Bangkalan, Kamis siang (6/8). (DARUL HAKIM/RadarMadura.id)

Share this      

Khoirul Anam tak pernah menyangka bakal mendapat penghargaan. Sebagai anggota Polri, bhabinkamtibmas itu hanya ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hanya bermodal ikhlas.

DARUL HAKIM, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

NAFISATUN NISRINA senang bisa mengikuti pelajaran meski berada di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan belajar mengajar (KBM) memang tidak dipusatkan di sekolah. Namun, hubungan antara guru dan murid tetap tersambung.

Mapolsek Socah kini menjadi tempat belajar siswa MTsN Bangkalan itu. Dia menumpang wifi gratis sejak Senin (3/8). Menurutnya, sinyal di rumahnya kurang bagus. Setelah mendapatkan informasi di Polsek Socah ada wifi gratis, dia geser posisi ke kantor polisi.

”Saya senang bisa pakai wifi gratis dan tidak telat presensi,” tutur perempuan yang saat ini duduk di kelas IX itu.

Perempuan berusia 14 tahun itu belajar dari pukul 07.00–11.00. Bahkan, sampai duhur. Tergantung dari pelajaran yang diberikan guru masing-masing mata pelajaran (mapel). ”Per mapel presensi setiap hari. Jadi terbantu wifi gratis,” ucapnya.

Fadila Widia Khairun Nisa juga bersyukur polisi memberikan fasilitas kepada pelajar. Remaja 15 tahun asal Desa/Kecamatan Socah itu memanfatkan layanan gratis itu sejak Senin (3/8). Jaringan lancar. Dengan begtiu, bisa presensi tepat waktu. Bahkan, kadang anggota polsek membantu mengerjakan soal mapel. ”Saya diantar orang tua ke sini (Polsek Socah, Red),” ucap siswi kelas IX SMPN 2 Bangkalan itu.

Nafisatun Nisrina dan Fadila Widia Khairun Nisa adalah dua dari sekian pelajar yang memanfaatkan layanan Polsek Socah. Adalah Bripka Khoirul Anam yang punya ide awal itu. Dia bertugas sebagai bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas) Desa Socah.

Suatu hari dia sedang melaksanakan tugas penjagaan di sekitar Pasar Socah. Dia melihat banyak anak usia dini yang beraktivitas kurang bermanfaat. Alangkah kagetnya ketika tahu mereka tidak belajar karena tidak memiliki paket internet dan tidak memiliki HP. ”Setelah mendengar keluhan itu, saya langsung menghadap pimpinan,” ujarnya saat ditemui di sela-sela mendampingi pelajar, Kamis (6/8).

Anam memberikan masukan kepada atasannya bagaimana jika Polsek Socah memfasilitasi pelajar yang tidak memiliki HP, tidak punya paket internet, dan internet bermasalah. Atasannya langsung mengiyakan. Setelah itu, Anam fokus kepada pelajar yang berprestasi. ”Pelayanan memberikan fasilitas kepada pelajar untuk belajar daring pada Kamis lalu (30/7),” ucapnya.

Sebelum pelajar memulai pelajaran, pihaknya meminta waktu memberikan edukasi kepada pelajar. Utamanya untuk mencegah kenakalan remaja. Misalnya, masalah narkoba. Wifi gratis selama 24 jam. Tapi, jika masuk waktu salat, pelajar diminta istirahat untuk salat dahulu. Setelah itu bisa dilanjut.

”Bahkan, kami siap antar jemput pelajar manakala pelajar tidak memiliki kendaraan. Terutama yang rumahnya jauh,” imbuhnya.

Menurut Anam, apa yang dilakukan itu hanya untuk pelayanan kepada masyarakat. Sebab, masa pandemi seperti saat ini banyak yang kehilangan pekerjaan. Mungkin, layanan itu bisa meringankan beban orang tua siswa. Tidak hanya pelajar yang ingin mengerjakan tugas, mereka yang mau main game juga ditampung.

”Kami pisah siswa yang belajar dan mau main game. Tapi, tetap kami pantau. Setelah main game, kami minta mereka untuk belajar. Main game-nya kami batasi hanya sepuluh menit saja,” paparnya.

Selain wifi gratis, Polsek Socah juga menyediakan printer dan mesin fotokopi. Pihaknya hanya bermodal ikhlas dan semangat bekerja karena ingin bermanfaat kepada masyarakat. Maka dari itu, pihaknya tidak pernah mengharapkan imbalan. Namun, apa yang dilakukannya itu tidak menyangka bisa mendapatkan reward dari Kapolda Jawa Timur.

Ide dan kinerja bintara berpangkat empat segitiga yang tersusun dengan warna perak itu sampai ke petinggi Polda Jawa Timur. Kapolda Pol Mohammad Fadil Imran memberikan penghargaan dengan piagam promoter bernomor: 85/VIII/LEMKAPI/2020. Piagam itu diterima Selasa (4/8) di Gedung Mahameru Polda Jatim.

”Saya sangat bersyukur. Yang penting saya kerja ikhlas tanpa batas. Saya yakin rezeki akan mengalir,” tuturnya.

Kapolsek Socah AKP Hartanta mengatakan, pihaknya sangat terbuka kepada masyarakat. Namun, tetap harus memberlakukan protokol kesehatan Covid-19. ”Kami berharap, yang kami lakukan membuat masyarakat dekat dengan polisi. Kami tidak ingin membatasi jarak dengan siapa pun,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra bangga atas capaian anggotanya. Polsek jajaran sudah memberikan fasilitas kepada pelajar. Siswa yang datang ke polsek untuk menggunakan fasilitas setiap hari 10–15 orang. ”Seperti Polsek Galis, Socah, dan lainnya dari minggu lalu sudah melaksanakan,” ujarnya.

Pihaknya memberikan saran dan mendorong dinas pendidikan untuk bekerja sama dengan provider. Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) itu untuk membantu pembelian kuota khusus belajar mengajar siswa melalui daring seperti dilakukan di Mojokerto. ”Jadi kuota itu pemkab yang bayarkan untuk siswa,” tegasnya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia