alexametrics
Selasa, 29 Sep 2020
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang

Kapolres Imbau Warga Bijak Bermedsos

08 Agustus 2020, 18: 46: 21 WIB | editor : Abdul Basri

TEGAS: Kapolres Sampang AKBP Didit BWS merilis tersangka kasus pencabulan yang menggunakan medsos.

TEGAS: Kapolres Sampang AKBP Didit BWS merilis tersangka kasus pencabulan yang menggunakan medsos. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Warga Sampang yang berurusan dengan hukum karena tidak bijak menggunakan media sosial (medsos) marak. Persoalan itu mendapat perhatian khusus dari Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra.

Perwira dua melati itu mengimbau supaya masyarakat bijak dalam menggunakan medsos. Dia menjelaskan, ada kasus pencabulan anak di bawah umur yang diawali dari medsos. Pelakunya sudah tertangkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, keduanya mengenal lewat Facebook. Kemudian, bertemu dan terjadi pencabulan.

Terbaru, pelaku pencabulan yang diamankan yakni Wahyu Suliyanto, 20, warga Desa Torjun, Kecamatan Torjun, Sampang. Korbannya merupakan warga Kecamatan Camplong yang masih duduk di bangku sekolah. ”Jika tidak bijak menggunakan medsos, yang terjadi adalah kriminalitas dan kejahatan lainnya,” ungkap pria yang sebentar lagi akan menjabat Wadirlantas Polda Jatim.

Didit menambahkan, beberapa pelaku kejahatan juga menggunakan medsos untuk melancarkan aksinya. Seperti menjual sepeda motor bodong dengan harga murah. Karena itu, dia mengajak masyarakat memfilter seluruh informasi yang didapat di medsos.

”Jika dapat membahayakan terhadap diri, jangan ditindaklanjuti dan meladeni informasi di media sosial itu,” paparnya.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat menjaga sikap dalam menggunakan media sosial. Menurut dia, jangan sampai sesuatu yang diunggah mengandung ujaran kebencian. ”Ujaran kebencian di media sosial itu juga dapat berurusan dengan hukum. Karena, sudah diatur dalam undang-undang ITE,” jelas Didit.

Ketua Jaka Jatim Korda Sampang Sidik berharap polisi siber Polres Sampang intens melakukan patroli di medsos. Polisi juga harus tegas dalam menindak para pelanggar undang-undang informasi dan transaksi elektronik (ITE). ”Semoga penegakan UU ITE di Kabupaten Sampang bisa ditegakkan secara baik dan benar,” harapnya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia