alexametrics
Minggu, 27 Sep 2020
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

DPRD Bangkalan Rekomendasikan Gunakan ATM

Cegah Pemotongan Program Indonesia Pintar

06 Agustus 2020, 19: 36: 24 WIB | editor : Abdul Basri

SERIUS: Komisi D DPRD Bangkalan menggelar pertemuan dengan PMII dan dinas pendidikan serta BRI di ruang banggar kemarin.

SERIUS: Komisi D DPRD Bangkalan menggelar pertemuan dengan PMII dan dinas pendidikan serta BRI di ruang banggar kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Penyaluran program Indonesia pintar (PIP) masih menjadi perbincangan hangat di Bangkalan. Pasalnya, dalam pelaksanaannya diduga terjadi penyimpangan. Karena itu, Komisi D DPRD Bangkalan mengundang sejumlah pihak untuk mengurai masalah tersebut kemarin (5/8).

Pertemuan di ruang badan anggaran (banggar) itu dihadiri perwakilan PMII, dinas pendidikan (disdik), dan BRI Cabang Bangkalan. Sebelumnya, PC PMII Bangkalan menyoal penyaluran PIP dengan menggelar aksi demonstrasi.

Ketua PC PMII Bangkalan Arif Komaruddin mengatakan, dugaan penyimpangan penyaluran PIP bukan isapan jempol. Indikasi awal, banyak orang tua siswa tidak tahu jika anaknya mendapatkan PIP.

”Kalau begitu, potensi penyimpangan sangat besar. Kan bisa saja uangnya tidak nyampek dan hanya dinikmati oknum,” kata dia.

Arif mengungkapkan, dugaan pemotongan PIP terjadi di tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Arosbaya, Galis, dan Tanah Merah. Hal tersebut perlu dicek. ”Kami hanya ingin ada perbaikan saja di dunia pendidikan. Itu saja, tidak lebih,” sebutnya.

Menurut dia, bantuan itu tidak masalah dilakukan secara kolektif atau individu. Tetapi, harus melalui musyawarah dengan orang tua siswa. ”Karena yang terjadi, orang tua siswa tidak tahu. Itu masalahnya,” tuturnya.

Kabid Pembinaan SD Disdik Bangkalan Moh. Yakub mengatakan, data penerima PIP sudah diumumkan melalui laman resmi Pemkab Bangkalan. Hal tersebut sebagai bentuk keterbukaan informasi. ”Bisa dicek siapa saja yang menerima PIP di situ. Yang jelas, itu sebagian dari upaya kami menghindari adanya penyimpangan,” katanya.

Sementara Kabid Pembinaan SMP Disdik Bangkalan Jufri Kora siap mengawal penyaluran PIP tidak ada pemotongan. Karena itu, bisa diagendakan untuk turun secara bersama-sama. ”Supaya klir, tidak ada kecurigaan-kecurigaan,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengaku sengaja mempertemukan semua pihak untuk perbaikan dunia pendidikan. Dugaan pemotongan penyaluran PIP memang tidak menafikan. Terlebih, penyalurannya secara kolektif.

”Kami berencana akan menentukan turun untuk mengecek. Kami ajak sahabat-sahabat dari PMII juga,” ucapnya.

Nur Hasan menambahkan, dari hasil pertemuan ini pihaknya merekomendasikan untuk penyaluran PIP melalui rekening berupa ATM. Itu memperkecil ruang terjadinya penyimpangan. ”Apalagi sebagian sekolah sudah ada yang melakukan itu. Terutama, untuk tingkat SMP,” tandasnya.

(mr/daf/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia