alexametrics
Minggu, 27 Sep 2020
radarmadura
Home > Sastra & Budaya
icon featured
Sastra & Budaya

Antologi 99 Puisi Korona Wartawan-Penyair, Madura Tak Ketinggalan

04 Agustus 2020, 21: 58: 44 WIB | editor : Abdul Basri

Antologi 99 Puisi Korona Wartawan-Penyair, Madura Tak Ketinggalan

Share this      

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madura – Coronavirus disease 2019 (Covid-19) menjadi tema penerbitan buku puisi karta wartawan-penyair. Sebanyak 99 karya yang lolos kurasi diumumkan Selasa (4/8). Satu di antaranya merupakan karya penyair yang juga wartawan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Lukman Hakim AG.

Puisi berjudul Tiba-Tiba Kita itu masuk dalam daftar karya wartawan-penyair yang segera terbit. Proses kurasi dilakukan oleh budayawan Remy Sylado.

Humas panitia buku puisi korona wartawan-penyair Dheni Kurnia bersyukur telah berhasil memilih 99 puisi karya. Penentuan karya yang lolos setelah melakukan kurasi dari sekian ratus puisi. Mengumpulkan puisi, riwayat hidup (yang cocok dengan wartawan-penyair) dan foto (yang tak melanggar hak cipta) secara lengkap.

Sembilan puluh sembilan puisi itu terdiri atas 97 karya wartawan-penyair hasil seleksi kurator tunggal budayawan Remy Sylado dan 2 penyair ”undangan khusus”. Yaitu, Sutardji Calzoum Bachri dan Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). ”Kami juga membuat prolog oleh Remy Sylado dan epilog oleh Prof. Abdul Hadi W. M,” terang Dheni Selasa (4/8).

Panitia mengucapkan terima kasih kepada Remy Sylado yang sudah bekerja keras menyeleksi puisi-puisi yang dikirim. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Prof. Abdul Hadi W. M yang terus memantau dan membuat epilog. Terima kasih juga kepada Prof. Muhadjir Effendy yang memberikan dorongan moril untuk mewujudkan penerbitan buku ini.

”Kami tegaskan, hasil kurasi ini bersifat final dan mengikat. Artinya, keputusan kurator dan panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” tegas Dheni.

Panitia menyediakan honorarium Rp 500 ribu bagi wartawan-penyair yang puisinya lolos kurasi dan diterbitkan pada buku ini. Honor akan diberikan setelah buku terbit. Buku ini digarap oleh panitia yang terdiri atas Remy Sylado (ketua), Prof. Abdul Hadi W. M (wakil ketua), Wina Armada Sukardi (anggota), Dheni Kurnia (anggota), Benny Benke (anggota), Sihar Ramses (anggota), dan Agatha Tan (anggota).

Selain itu, mereka dibantu oleh panitia pelaksana. Yaitu, Remy Sylado (kurator), Wina Armada Sukardi (koordinator), Dheni Kurnia, Benny Benke (humas), Agatha Tan (editor), Yere Agusto (desain cover) serta Pramudya (layouter).

Berikut nama-nama wartawan yang lolos kurasi berdasarkan alpabetis.

PUISI TAMU

A

Sutardji Calzoum Bachri

Satu

B

Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus)

Sabda Bumi

Puisi Wartawan Penyair

1. Acep Syahril: pandemi di luar akal sehat

2. Achiar M Permana: Pada Setiap Mata Kulihat Kilat Curiga

3. Adri Darmadji Woko: Dalam Perang dan Damai

4. Ahmad Istiqom: Sajak Pageblug

5. Ahmadun Yosi Herfanda: Kau Datang Tanpa Mengetuk Pintu

6. Akhlis Suryapati: Milenial Korona

7. Akhmad Sekhu: Pelajaran Untuk Selalu Cuci Tangan

8. Amir Machmud: Semesta Misteri yang Terbaca Samar

9. Anwar Putra Bayu: Sekejap Aku Berlalu

10. Arbi Tanjung: Jaga-Jaga

11. Asril Koto: Catatan Kecil

12. Asro Kamal Rokan: Dingin dalam Api

13. Ayu Cipta: Elegi Covid 19

14. Bambang Widiatmoko: Negeri yang Aneh

15. Benny Benke: Sajak Laten di Masa Corona

16. Beno Siang Pamungkas: Empat Penunggang Kuda

17. Berthold Sinaulan: Aba-Aba Adab

18. Chavchay Saefulloh: Virus Diri

19. Choking Susilo Sakeh: dongeng kemanusiaan: kepada pejuang kemanusiaan

20. Daru Maheldaswara: Energi Kata-Kata

21. Dheni Kurnia: Kami Sudah Berkhianat

22. Dimas Agoes Pelaz: Jerit Corona dan do'a

23. Diro Aritonang: Akulah Corona Itu

24. Doddi Ahmad Fauji: Racun Tembakau

25. Edi Romadhon: Kerja

26. Eka Budianta: Corona dan Bumi Datar

27. EM Yogiswara: Ruang Retak Membatu

28. Endang Werdiningsih: Catatan Ibu Seorang Garda Depan

29. Fakhrunnas MA Jabbar: Masih Ada Azan di Subuh Corona

30. Fatih Kudus Jaelani: Pasien Ke Enam Puluh Lima

31. Fikar W. Eda: Aquarium Wabah 2

32. Frans Ekodhanto Purba: Hikayat Virus Corona

33. Gol A Gong: Bianglala Tersenyum, Sayang

34. Gunoto Saparie: Asal Mula

35. Hasan Aspahani: Untuk Siapa Aku Menulis Puisi Hari Ini

36. Hasan Bisri BFC: Bilakah Engkau Pulang

37. Hendry Ch Bangun: Virus Corona

38. Heryus Saputro: Jumat yang Ganjil, Untung Kita Tak Sampai Pisah Ranjang

39. HM Nasruddin Anshoriy Ch (Gus Nas): Setangkai Corona di Tangan Izrail

40. Ibnu PS Megananda: Kalahkan Ia

41. Irvan Mulyadie: Doa Pengusir Corona

42. Isbedy Stiawan ZS: Sirkus di Jalan Pandemi

43. Iwan Jaconiah: Leningrad-Amsterdam

44. Kunni Masrohanti: Purnama Ungu Sya'ban

45. Kurnia Effendi: Menunggu

46. Kurniawan Junaedhie: Malam Corona di Bergamo

47. Linda Djalil: Was-Wasnya Perempuan Angkuh

48. Lukman A Sya: Karena Korona

49. Lukman Hakim AG: Tiba-Tiba Kita

50. M. Enthieh Mudakir: Puisi Mengedit Derita Pasca Pandemi

51. M. Johansyah (Gema Meratus): Jika Kebebasan Dipasung Wabah

52. Made Adnyana Ole: Ada Virus di Ludahmu

53. Mosthamir Thalib: Roman Tikam Anarko dan Corona

54. Muchid Albintani: Mimpi Corona

55. Muhammad Amir Jaya: Ramadhan Kali ini (1)

56. Muhammad Ibrahim Ilyas: Kekasih, Aku Tak Mau di Rumah Saja

57. Muhammad Subarkah: Tentang Tuhan Tsurayya Enam Puluh Hasta

58. Muhammad Subhan: Selamat Jalan, Duka--tribute to korban Covid-19

59. Murparsaulian: Menyidik Sunyi

60. Mustofa W Hasyim: Misteri yang Misteri

61. Nanang R. Supriyatin: Sketsa

62. Noorca M. Massardi: 4 Gambar

63. Norham Abdul Wahab: Isolasi Mandiri

64. Ons Untoro: Jam 10 Pagi

65. Parni Hadi: Corona, Kita Bersaudara

66. Pria Takari Utama: Menolak Bala

67. Putu Fajar Arcana: Nyanyian Cinta Orang-orang Pulang

68. Ramon Damora: Sawah Ladang Tarawih

69. Reiner Emyot Ointoe: Kamus Baru Epidemiologi

70. Rida K. Liamsi: Kami Tak Kehilangan Mu

71. Rismudji Raharjo: Prono Doger

72. Rita Sri Hastuti: Corona

73. Roso Titi Sarkoro: Jagat Terkesiap Senyap

74. Ryan Rachman: Melihat Tuhan Menyembuhkan Bumi

75. Salman Yoga S.: Bilangan Covid 19 Pada Ramadhan 1441

76. Samsudin Adlawi: Mengiba di Kaki Covid

77. Setiyo Bardono: Corona

78. Shafwan Hadi Umry: Bersama Allah aku menghadapimu

79. Sihar Simatupang: Laboratorium Doa (2)

80. Sri Iswati: Museum Corona

81. Sugiono MP: Sayap Ingatan

82. Susi Ivvaty: Korona di Angkutan Kota

83. Sutirman Eka Ardhana: Tamu Tak Diundang

84. Suyadi San: Diamdiam Bermain Mata Pedang

85. Syarifuddin Arifin: Di Kubur Sepi

86. Taufik Hidayat: Cuci Tangan

87. Taufik Ikram Jamil: tanpa covid-19

88. Triyanto Triwikromo: Harus Ditafsirkan sebagai Apakah Maut

89. Uten Sutendy: Bersujud di Rumah

90. Wannofri Samry: Corona, Kau Menebar Ketakutan

91. Warih Wisatsana: Ambang Petang

92. Widiyartono R.: Perdebatan Tak Pernah Usai

93. Wina Armada Sukardi: Sembilan Ujaran Ikhwal Virus Corona

94. Wyaz Ibn Sinentang (Wahyudi): Anak-Anak Kecil dan Corona

95. Yogira Yogaswara: Episode Napas Terakhir

96. Yudhistira Massardi: Kita pun Belajar Lagi

97. Yusrizal KW: Dalam Ruang C-19 (1)

(mr/*/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia