alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang

Realisasi Program JPS Lambat

02 Agustus 2020, 16: 13: 27 WIB | editor : Abdul Basri

HARUS TEPAT SASARAN: Bantuan sosial penanganan dampak Covid-19 dari Pemprov Jatim untuk masyarakat Sampang didistribusikan beberapa waktu lalu.

HARUS TEPAT SASARAN: Bantuan sosial penanganan dampak Covid-19 dari Pemprov Jatim untuk masyarakat Sampang didistribusikan beberapa waktu lalu. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Pendistribusian bantuan program jaring pengaman sosial (JPS) lambat. Pemicunya, pendataan penerima manfaat belum rampung. Data yang disetor desa tidak sepenuhnya valid.

Kabid Pemberdayaan Fakir Miskin dan Penanganan Sosial Dinsos Sampang M. Nashrun mengatakan, data penerima manfaat JPS bergerak fluktuatif. Terdapat pengurangan dan penambahan dari data yang diusulkan desa. Pemerintah terus melakukan pemadanan.

Data awal penerima manfaat program JPS sebanyak 32 ribu orang. Namun, ditemukan data ganda. Sebanyak lima ribu calon penerima dihapus. Tersisa 27 ribu penerima. Kemudian, naik menjadi 29 ribu lebih setelah ada data baru masuk dari kecamatan.

Data tersebut dipadankan dengan data penerima manfaat program bantuan sosial lainnya. Baik program bantuan yang disalurkan pemerintah provinsi ataupun pemerintah pusat. Pemadanan itu dilakukan untuk memastikan tidak ada data ganda.

Selama proses verifikasi dan validasi data belum ditutup, data tambahan masih bisa diterima. Data calon penerima JPS diupayakan segera tuntas. ”Masih ada desa yang mau nambah seperti Kecamatan Sokobanah dan Banyuates,” katanya kemarin (1/8).

Pj Sekkab Sampang Yuliadi Setiyawan menyampaikan, bantuan sosial yang disalurkan pemerintah selama pandemi Covid-19 cukup banyak. Pemprov dan pemerintah pusat sama-sama mengeluarkan bantuan.

Sementara, ada aturan tidak boleh ada penerima ganda. Dengan demikian, perlu dilakukan verifikasi dan validasi yang memakan waktu cukup lama. ”Kenapa lambat? Karena kehati-hatian di pendataan. Takut kami seenaknya memberikan bantuan. Kalau salah sasaran, siapa yang kena? Pasti kami,” pungkasnya. (bil)

 

(mr/pen/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia