alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Tercium Pungli Blangko Ijazah MA

Kemenag Berdalih untuk Biaya Transportasi

31 Juli 2020, 18: 20: 23 WIB | editor : Abdul Basri

Tercium Pungli Blangko Ijazah MA

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Aroma dugaan pungutan liar (pungli) dalam distribusi blangko ijazah madrasah aliyah (MA) di Kota Keris menyeruak. Setiap lembar blangko dimintai biaya Rp 1.500.

Praktik pungli itu terungkap dari pengakuan salah seorang operator MA dari Batang-Batang kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) kemarin (30/7). Pria itu meyampaikan, pada 28 Juli sekitar pukul 11.30, dia mendatangi MAN Sumenep untuk mengambil blangko ijazah. Sebab, lembaganya masuk dalam sub rayon MAN Sumenep.

Saat itu, yang memegang blangko ijazah tidak ada. Oleh petugas MAN, dia diarahkan kembali usai Duhur.

Operator MA dari Batang-Batang tersebut menghubungi salah seorang staf tata usaha (TU) MAN Sumenep berinisial S melalui jaringan seluler. Dia menyatakan, blangko ijazah sudah bisa diambil apa belum.

Saat itu, S meminta biaya Rp 1.500 per lembar blangko. Sekitar pukul 14.00 operator MA itu kembali mendatangi MAN Sumenep untuk mengambil blangko ijazah.

Dia harus menyerahkan uang Rp 60 ribu sesuai dengan jumlah lulusan 40 orang. Penarikan biaya itu berlangsung di pojok ruang tunggu sebelah kiri pintu utama MAN. ”Per lembar Rp 1.500. Bayarnya dikalikan dengan banyaknya blangko yang diambil,” bebernya.

Dia heran karena harus membayar biaya tambahan untuk blangko ijazah. ”Biasanya kan tidak bayar. Waktu itu saat mengambil blangko dimintai bayaran. Padahal, saat pengambilan blangko SKHU tidak dipungut biaya,” tuturnya.

Menurut dia, negara wajib memberikan ijazah kepada siswa yang menjalani proses pendidikan selama tiga tahun dan dinyatakan lulus secara administrasi. Dengan demikian, dalam pengambilan blangko, siswa tidak dibebani apa pun. Sebab, itu hak siswa.

Memang nominalnya kecil. Tetapi, jika semua lembaga di Sumenep dipunguti, akan terkumpul dana besar. Untuk tingkat MA saja ada 1 negeri dan 155 swasta.

Menurut dia, pengambilan blangko ijazah tidak dilakukan di Kantor Kemenag Sumenep. ”Tetapi, saya tidak tahu kenapa diperintah untuk mengambil ke sana (MAN Sumenep), bukan ke Kemenag,” ujarnya.

Jawa Pos Radar Madura mencoba meminta tanggapan S. Menurut dia, pengambilan blangko ijazah bergantung pada lembaga pendidikan masuk dalam sub rayon berapa. ”Ya langsung ke MAN kalau anggota sub rayon gabung ke MAN. Tapi, blangko itu dari pendma, bukan dari MAN,” ucapnya.

Saat disinggung penarikan biaya Rp 1.500 per lembar blangko, S mengalihkan pembicaraan pada pendma. ”Saya tidak paham, ke pendma saja langsung kalau mau nanya,” kelitnya.

Kepala MAN Sumenep Hairuddin mengklaim tidak ada pungli dalam pembagian blangko ijazah. ”Tidak ada pungutan untuk pengambilan blangko,” ucapnya.

Hairuddin berdalih tidak tahu apa-apa terkait pungutan liar itu. ”Paling uang lain.  Tidak tahu saya,” tepisnya.

Pihaknya tidak berkenan menyebutkan jumlah blangko yang sudah disebar ke lembaga madrasah aliyah yang masuk sub rayon MAN Sumenep. ”Kami hanya membantu karena dari pendma meminta bantuan untuk mempermudah pendistribusian blangko ijazah,” terangnya.

Sementara itu, Staf Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Sumenep M. Jalal mengatakan, pihak sekolah hanya membawa daftar siswa yang lulus dari lembaga jika mau mengambil blangko ijazah. Dia menegaskan, tidak ada biaya administrasi untuk pengambilan blangko. ”Tidak dipungut biaya,” tegasnya.

Ditanya terkait pemungutan biaya Rp 1.500 per lembar blangko ijazah, Jalal mengaku tidak tahu. ”Mengambilnya ke ketua sub rayon. Saya tidak tahu. Kami menyerahkan ke ketua sub rayon. Dari ketua sub rayon ke lembaga,” jelasnya.

Kepala Kemenag Sumenep M. Juhedi menyampaikan, pihaknya sudah mengumpulkan beberapa pihak untuk mengklarifikasi informasi dugaan pungutan liar tersebut kemarin (30/7). Dari hasil pertemuan itu, diketahui bahwa penarikan biaya tersebut dilakukan untuk mengganti uang transportasi. ”Ketika ada info sekecil apa pun, saya harus menelusuri,” tegasnya.

Penyaluran blangko ijazah MA dibagi per sub rayon. Setelah pihak Kemenag Sumenep mengambil blangko ke Kemenag Kanwil Jawa Timur, tia sub rayon akan mendapatkan jatah menyalurkan blangko ijazah pada lembaga. ”Pengambilan blangko dari pendma ke provinsi,” ucap Juhedi.

Dia menjelaskan, untuk jenjang MA di Sumenep ada 9 sub rayon. Yakni, sub rayon 51, 52, 53, 54, 55, 56, 57, 58, dan sub rayon 59. Sementara sub rayon 51 itu di MAN Sumenep. Untuk MTs ada 3 sub rayon, dari 51 hingga 53. Sedangkan MI langsung per wilayah tiap kecamatan. (mi)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia