alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Persaba Minta Terbitkan Izin Keramaian

30 Juli 2020, 14: 04: 36 WIB | editor : Abdul Basri

BUTUH PERHATIAN: Pengurus Persaba beraudiensi dengan Bupati Abdul Latif Amin Imron kemarin. 

BUTUH PERHATIAN: Pengurus Persaba beraudiensi dengan Bupati Abdul Latif Amin Imron kemarin.  (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

SEMENTARA itu, Persatuan Seniman dan Pelaku Seni Bangkalan (Persaba) menggelar audiensi ke pendapa kemarin (29/7). Mereka mengadu surat izin keramaian yang tak kunjung dikeluarkan.

Ketua Persaba Korwil Bangkalan Maya Ratu Akik mengatakan, selama 5 bulan menganggur, tidak ada pemasukan sama sekali. Sementara, kebutuhan dan keperluan sangat mendesak. ”Kami hanya memohon dan mengemis kepada pak bupati dan pak Kapolres untuk beraktivitas kembali,” katanya.

Menurut dia, akibat tidak dikeluarkannya izin keramaian, pihaknya sebagai pelaku seni tidak ada job manggung. Banyak yang kena dampak. Misalnya, pekerja bagian sound system, bagian lighting, penyanyi, musisi, kameramen, dan yang punya panggung. ”Dari saking butuhnya pemasukan, kami utang ke sana kemari,” ungkapnya. 

Maya menyampaikan, sebagian dari anggota terpaksa bercerai. Pemicunya, tidak ada pemasukan. Dia meminta pemangku kebijakan segera mengizinkan aktivitas manggung memenuhi undangan manten dan gawai lain. Pihaknya siap dibubarkan manakala tidak mengikuti protokol kesehatan. 

Pihaknya benar-benar butuh uang sebagai penghidupan. Biduan yang semula untuk perawatan sudah tidak bisa lagi. ”Yang biasa perawatan tidak bisa perawatan,” ucapnya. 

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, pihaknya memahami persoalan itu. Tetapi, karena pandemi, ada beberapa batasan yang tidak bisa dilaksanakan. ”Tidak hanya Persaba. Yang lain juga tidak bisa berkegiatan,” katanya. 

Izin keramaian tidak bisa diterbitkan karena Bangkalan masih zona oranye, belum zona hijau. Karena itu, tunggu hingga 11 Agustus mendatang. Sebab, 11 Agustus berakhirnya tanggap darurat Covid-19. ”Tapi, dengan catatan prokes harus dipatuhi,” katanya. 

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menyatakan, jika izin keramaian ditertibkan, justru pihaknya yang disalahkan. Dia paham kondisi yang dialami anggota Persaba. ”Tapi, gimana lagi. Ini aturannya memang tidak diperbolehkan,” ujarnya. 

Bagi kecamatan yang zona hijau, dia mempersilakan Persaba berkegiatan kembali. Namun, dengan catatan wajib mematuhi prokes. ”Bangkalan memang belum zona hijau. Tapi, beberapa kecamatan sudah zona hijau, itu silakan manggung,” tandasnya.

(mr/daf/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia