alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Coret 29.330 Calon Pemilih TMS

Progres Coklit 33 Persen

30 Juli 2020, 13: 46: 08 WIB | editor : Abdul Basri

Coret 29.330 Calon Pemilih TMS

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pencocokan dan penelitian (coklit) oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) sudah berjalan 15 hari. Petugas menemukan 29.330 data penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) tidak memenuhi syarakat (TMS). Calon pemilih tersebut dicoret.

PPDP mulai bergerak melakukan coklit berdasar DP4 sejak 15 Juli 2020. Pada pekan pertama, progres colit sekitar 33 persen.

Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep Syaifurrahman menyampaikan, tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati (pilbup) Sumenep masih bergelut dengan coklit data pemilih. ”Persentase itu terhitung untuk pekan pertama. Sejak 15–21 Juli. Untuk pekan kedua masih direkap,” katanya kemarin (29/7).

Data rekap pekan pertama itu dari hasil laporan panitia pemilihan kecamatan (PPK) di 27 kecamatan. Baik di wilayah daratan maupun kepulauan. Sedangkan total penduduk yang dicoklit berdasarkan DP4 sekitar 850.000 orang lebih.

Dari hasil coklit, ditemukan banyak data pemilih yang masuk dalam kategori TMS. Jumlahnya mencapai 29.330 data calon pemilih. Puluhan ribu data pemilih yang dicoret itu meliputi pemilih yang meninggal dunia, data ganda, maupun pindah kependudukan ke luar daerah.

”Untuk pemilih pemula yang dari hasil coklit pada minggu pertama sekitar 8 ribu lebih pemilih,” sebut Syaifurrahman.

Perubahan jumlah pemilih berpotensi besar ditemukan. Sebab, coklit masih berlangsung. Calon pemilih di DP4 yang dinyatakan TMS langsung dicoret.

Sebaliknya, pemilih pemula akan dicatat dalam daftar pemilih agar bisa menggunakan hak suaranya pada pilbup Sumenep kali ini. ”Petugas masih terus melakukan coklit. Jadi, jumlah TMS dan pemilih baru akan terus bertambah,” ujarnya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumenep Anwar Noris berjanji akan melaksanakan tugas pengawasan pada setiap pelaksanaan tahapan pilkada. Saat ini pihaknya fokus mengawal proses coklit.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan validitas data pemilih yang nantinya memberikan suara pada Pilkada Sumenep 2020. Noris mengingatkan PPDP agar bekerja maksimal dan mengikuti ketentuan. Salah satunya dengan mendatangi rumah-rumah penduduk.

Kelalaian dalam menjalankan tugas pendataan pemilih tidak bisa dibenarkan. Apalagi jika terdapat kesalahan dalam menginput maupun mencoret pemilih.

”Kami terus memastikan coklit dilakukan secara profesional. Dengan demikian, data hasil pemutakhiran sesuai dengan yang ada di lapangan,” tandasnya. 

(mr/bad/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia