alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Belasan Perusahaan Tak Berikan CSR

Dewan Minta Ada Inventarisasi Ulang

28 Juli 2020, 20: 50: 57 WIB | editor : Abdul Basri

Belasan Perusahaan Tak Berikan CSR

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Hanya 27 perusahaan yang tergabung dalam forum CSR di Pamekasan. Meski demikian, belasan perusahaan di antaranya belum melaksanakan tanggung jawabnya memberikan corporate sosial responsibility (CSR).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pamekasan Taufikurrahman menyebutkan, terdapat 27 perusahaan di Bumi Gerbang Salam yang tergabung dalam forum CSR. Forum tersebut ditetapkan berdasar surat keputusan (SK) bupati.

Semua perusahaan memiliki tanggung jawab untuk memberikan CSR setiap tahun. Selama ini, Pemkab Pamekasan tidak pernah mengintervensi jenis CSR yang diberikan 27 perusahaan tersebut. ”Kami hanya menerima laporan dari perusahaan yang sudah memberikan CSR-nya,” ucapnya kemarin (27/7).

Dia mengakui, tidak semua perusahaan rutin melaporkan pemberian CSR. Pada 2019, dari 27 perusahaan yang tergabung di forum CSR, hanya 13 yang melaporkan telah memberikan CSR. Sisanya, 14 perusahaan, tidak mengonfirmasi apakah telah memberikan CSR atau belum.

Untuk tahun ini hingga memasuki akhir pertengahan tahun, baru delapan perusahaan yang mengonfirmasi telah memberikan CSR berbentuk bantuan Covid-19. Sisanya, 19 perusahaan, belum melaporkan penunaian tanggung jawabnya. ”Ada yang tidak melaporkan,” ungkap Taufik.

Belasan perusahaan yang tidak menyampaikan laporan penyerahan CSR tahun lalu bukan berarti tidak memenuhi tanggung jawabnya. Sebab, tidak menututup kemungkinan terdapat perusahaan yang menyerahkan CSR, tetapi tidak melapor pada lembaganya.

Taufik menyatakan tidak ada sanksi tegas pada perusahaan yang tidak melaporkan pemberian CSR. Akibatnya, tidak sedikit perusahaan yang bermain-main dalam menunaikan kewajibannya. ”Karena di aturannya tidak ada sanksi,” imbuhnya.

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Ismail meminta pemerintah serius mengurus persoalan CSR. Sebab, yang tergabung di forum CSR baru 27 perusahaan. Sementara keberadaan korporasi di Pamekasan mencapai ratusan. Dengan demikian, pihaknya meminta dilakukan inventarisasi ulang.

”CSR itu kewajiban setiap perusahaan yang harus diberikan setiap tahun sebagai tanggung jawab sosial atas usaha yang dilakukan. Dengan demikian, semuanya harus memberikan CSR,” tegasnya.

Ismail menilai, CSR yang diberikan perusahaan selama ini tidak semuanya tepat sasaran karena tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pihaknya mendesak pemerintah mengarahkan jenis CSR yang akan diberikan perusahaan. Tujuannya, dapat mendorong program prioritas pemerintah.

”Kalau tidak sesuai kebutuhan buat apa juga. Harusnya, CSR itu diselaraskan dengan program pemerintah yang tidak ter-cover dalam APBD,” sarannya. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia