alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

BK Periksa Ketua DPRD

28 Juli 2020, 20: 49: 14 WIB | editor : Abdul Basri

BK Periksa Ketua DPRD

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Badan Kehormatan (BK) DPRD Pamekasan terus menelusuri dugaan pemalsuan tanda tangan di internal wakil rakyat. Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman juga diperiksa.

Anggota BK DPRD Pamekasan Hamdi mengutarakan, ketua dewan dimintai keterangan karena hasil pemeriksaan empat ketua komisi menyebutkan bahwa asal muasal temuan adanya tanda tangan palsu di proposal ke Bank Jatim berasal dari pimpinan DPRD. ”Ketua DPRD sudah (diperiksa) pada Jumat (24/7),” katanya kemarin (27/7).

Setelah pemeriksaan itu, BK belum bisa menyampaikan siapa pelaku terduga pemalsu tekenan berinisial H tersebut. Alasannya, belum menemukan titik terang.

Ada enam anggota DPRD Pamekasan yang berinisial H. Yakni, Hamdi, Husnol Hidayat, dan Heriyanto. Mereka anggota BK DPRD. Kemudian, Halili anggota komisi III, dan dua wakil ketua DPRD, yaitu Hermanto dan Harun Suyitno. ”Kami tinggal nunggu dari pihak Bank Jatim,” ujarnya.

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Ismail membenarkan bahwa asal muasal temuan proposal berteken palsu itu berasal dari pimpinan DPRD. Pihaknya tahu soal proposal tersebut ketika bersama ketua komisi yang lain dipanggil ketua DPRD.

”Kami (ketua-ketua komisi) tidak tahu apa-apa, ketua-ketua komisi diminta kumpul. Setelah itu, ketua DPRD agak marah pada kami. Ketua DPRD bertanya tentang proposal yang diduga dibuat oleh kami,” ungkap Ismail.

Saat itu semua anggota komisi tercengang. Pihak komisi pun mempertanyakan proposal yang dimaksud ketua DPRD. ”Pak ketua menyatakan mendapat proposal itu dari Bank Jatim. Kami pun segera melihat proposal itu,” kata politikus Demokrat tersebut.

Setelah dicek, Ismail memastikan bahwa dalam proposal tersebut bukan tanda tangan dirinya dan ketua komisi yang lain. ”Saya sendiri bersumpah bahwa tidak pernah membuat proposal tersebut dan mengajukan proposal itu,” tegasnya.

Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman membenarkan telah diperiksa oleh BK. Namun, dia belum bisa memberikan komentar terkait keterangan apa saja yang telah dipaparkannya ke pihak BK.

Untuk diketahui, di komisi III ada dua proposal. Satu diajukan ke Bank Jatim Pamekasan dan satunya diajukan ke Bank Jatim yang berkedudukan di Jawa Timur. Satu proposal anggaran dananya kurang lebih Rp 19 juta dan proposal lainnya Rp 25 juta. (ky)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia