alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Catatan
icon featured
Catatan

Sekelumit Cerita Bersama Radar Madura

27 Juli 2020, 20: 01: 16 WIB | editor : Abdul Basri

ACH. KHALILURRAHMAN

ACH. KHALILURRAHMAN (RadarMadura.id)

Share this      

SEBELUM memulai tulisan ini, terlebih dahulu penulis hendak mengucapkan selamat kepada surat kabar Jawa Pos Radar Madura yang berulang tahun pada 27 Juli. Semoga di usianya yang kedua puluh satu tahun, koran tertua di Pulau Garam ini terus konsisten menyajikan kabar-kabar yang aktual dan faktual seputar Madura dan segala peristiwanya. Perjalanan panjang selama dua dasawarsa tentu telah cukup dijadikan bekal bagi awak redaksi dalam menghadapi masa-masa yang akan datang.

Penulis akan bercerita perihal kenangan indah bersama Jawa Pos Radar Madura. Perjumpaan pertama dengan surat kabar ini terjadi sekitar 2006. Waktu masih kelas VI SD, lembaga tempat kami menimba ilmu memiliki tempat pemajangan koran yang setiap hari selalu ”menayangkan” koran Radar Madura edisi terbaru. Jika tidak keliru, waktu itu koran ini memiliki rubrik Parebasan ban Saloka yang memuat peribahasa-peribahasa Madura. Salah satu yang masih saya ingat adalah ja’ le-pele bukkol.

Seiring berjalannya waktu, langganan koran di madrasah kami vakum dan tamat. Namun, lagi-lagi Tuhan mempertemukan penulis dengan Radar Madura di tempat dan suasana yang berbeda. Tahun 2010 penulis memutuskan untuk berangkat menimba ilmu di salah satu pesantren besar di Sumenep. Tantangan membaca koran pun semakin besar. Waktu jam istirahat, tempat pemajangan koran penuh sesak dengan santri. Apalagi kalau sudah semalam berlangsung laga pertandingan sepak bola, rubrik Sportainment dan Radar Sport pasti dijubeli kaum santri.

Beruntung, setelah tiga tahun mondok, penulis mengalami promosi jabatan menjadi pembaca kelas eksekutif. Karena sudah naik kelas, tentu saja kami mendapat hak dan fasilitas istimewa seperti dapat membaca koran lebih pagi tanpa antre dan berdiri. Istimewanya lagi, kami juga memiliki wewenang untuk melakukan sensor bila terdapat konten yang tak layak dikonsumsi.

Begitulah sekelumit cerita tentang Radar Madura yang penulis alami. 

ACH. KHALILURRAHMAN

Warga Desa Sentol Daya, Pragaan, Sumenep

(mr/*/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia