alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Catatan
icon featured
Catatan

Guru Otodidak

27 Juli 2020, 19: 56: 51 WIB | editor : Abdul Basri

Guru Otodidak

Share this      

SAYA bangga nyantri di Madura, pulau yang oleh sebagian orang (khususnya di  tempat saya lahir) dijuluki padduna elmo. Di tempat ini banyak hal baru yang saya dapatkan, terutama dalam dunia literasi. Sebelum itu saya tak pernah, dan mungkin tidak akan pernah mengenalnya jika tidak nyantri di sini.

Setahu saya, dunia literasi itu ya hanya dunia tulis-menulis, tanpa dipublis atau diikutsertakan dalam lomba. Bagi saya seperti itu. Tak ada yang istimewa. Rasa bosan dan jenuh paling setia menemani. Pikir saya waktu itu. Namun, paradigma itu berubah setelah saya mengenal koran Jawa Pos Radar Madura.

Dari koran ini saya banyak tahu tentang informasi seputar jagat nusantara, entah pendidikan, ekonomi, politik, bahkan kekerasan pun saya tahu dari koran ini. Jika pagi sudah menyembul di arah timur, dapat dipastikan saya akan ada di tempat wejangan koran ini. Saya berani berlama-lama berdiri membaca tulisan di koran ini. Apalagi ketika ada rubrik cerpen untuk koran Jawa Pos dan carpan untuk Radar Madura. Bagi saya, membaca sambil berdiri itu ada nilai plusnya. Tak mudah capek saat apel atau upacara pagi, hahahaha.

Datangnya koran ini ke pondok saya paling lambat pukul 07.30. Saya hafal, karena saya memang menyukai koran setelah tahu ada sebagian koran memberi honor bagi tulisan yang dimuat. Mulai saat itulah, saya semakin suka membaca koran karena ingin belajar tulis-menulis. Meski otodidak, bagi saya tak masalah, selagi itu bisa memberi manfaat pada orang lain, kenapa tidak?

Bagi saya, koran Radar Madura ini bisa dikata cukup lama menjadi Korannya Orang Madura, begitu jargon yang saya tahu. Kenapa demikian? Kerena sekarang koran ini sudah berumur 21 tahun sama dengan umur saya. Bangga? Jangan ditanya. Apa yang saya banggakan? Ya, karena saya tidak menyangka kalau umur koran yang sudah menjadi guru tak berwujud seperti makhluk ini sama dengan umur saya. Keren bukan? Bagi saya, ya.

Saya berharap koran ini akan sama dengan umur saya, sampai saya di liang lahat. Karena berkat koran inilah saya mengenal dunia tulis-menulis dan saya dikenal karena menulis. Saya rasa, terlalu banyak utang budi saya ke koran ini. Tak ada kata selain sukses! 

MUHTADI ZL.

Pengurus Perpustakaan PP Annuqayah Daerah Lubangsa.

(mr/*/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia