alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Catatan
icon featured
Catatan

Cara Paling Baik Bersenang-senang

27 Juli 2020, 19: 53: 10 WIB | editor : Abdul Basri

ROFQIL JUNIOR

ROFQIL JUNIOR (RadarMadura.id)

Share this      

MULA-mula aku akan bercerita bagaimana kesenangan ini tercipta, atau bagaimana bentuk kesenangan yang sesungguhnya. Bagi orang-orang di Palestina, barangkali kesenangan adalah ketika hari-hari tanpa bunyi ledakan. Bagi pendukung Liverpool, kesenangan adalah setelah menunggu tahun-tahun melelahkan, sebuah bentuk kesenangan yang bermacam-macam.

Bagiku sewaktu mondok, kesenangan adalah bunyi knalpot sepeda pengantar koran.  Sebelumnya kami (aku dan teman-teman) akan berdiri di depan kantor dengan sangat sabar. Bagi kami, membaca koran adalah satu-satunya jalan bagaimana kami tidak ketinggalan zaman, berhubung kami tidak boleh pegang HP.

Hal paling sial, justru sebelum koran datang, bel masuk kelas berbunyi. Dengan lesu aku akan masuk ke kelas. Untungnya dari dalam kelas bisa terlihat jelas apa si bapak pengantar koran sudah datang atau belum. Kalau si bapak benar datang, dengan bunyi knalpot yang sudah kuhapal, maka aku meminta izin pada guru untuk pergi ke toilet. Tentu saja aku berbohong (dan aku minta maaf untuk itu).

Aku buru-buru ke kantor hanya untuk melihat rubrik Pendidikan dan nama-nama yang dimuat. Sebagai penulis —aku rasa sebutan itu berlebihan— atau orang yang suka nulis, aku akan kecewa jika tidak ada namaku. Namun jika namaku ada, barangkali aku seperti sudah mendapat nobel sastra. Begitulah untuk penulis amatir sepertiku, kesenangan tercipta sangat sederhana.

Tulisanku yang bau-bau percintaan justru kutujukan untuk seseorang sambil berharap nun jauh di sana ia akan membacanya. Kalaupun tidak, itu bukan masalah. Aku tidak sedang menceritakan diriku. Aku hanya bercerita bagaimana kesenangan itu tercipta. Melihat rubrik Pendidikan adalah cara paling baik untuk bersenang-senang.

Sewaktu mondok aku rutin mengirim tulisan ke Radar Madura. Aku seperti diberi peluang menulis lebih banyak dengan adanya rubrik Pendidikan. Meski lebih sering tulisanku tidak dimuat, tetap bersyukur dan menulis lebih giat lagi. Sekarang masih persiapan melanjutkan studi, sambil berpikir apa adik-adik kelas juga berdiri di depan kantor menunggu koran tiba. 

ROFQIL JUNIOR

Alumnus PP Nasy’atul Muta’allimin Gapura Timur, Gapura, Sumenep

(mr/*/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia