alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Gudang Garam-Wismilak Belum Buka Angka

27 Juli 2020, 17: 49: 25 WIB | editor : Abdul Basri

HIJAU: Seorang petani mencangkul lahan tembakau di Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Pamekasan, kemarin.

HIJAU: Seorang petani mencangkul lahan tembakau di Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Pamekasan, kemarin. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Tujuh pabrikan mengonfirmasi akan lakukan pembelian tembakau tahun ini. Namun, dua pabrikan belum membuka angka target serapan hingga kemarin. Yakni, PT Gudang Garam dan PT Wismilak.

Lima pabrikan lainnya sudah menetapkan target serapan tembakau yang akan dibeli dari tangan-tangan petani di Pamekasan. Hanya, PT Bentoel yang memutuskan tidak melakukan pembelian.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengutarakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pabrikan yang belum menentukan target serapan untuk segera membuka suara. ”Kami terus berkoordinasi,” klaimnya kemarin (26/7).

Kendati dua pabrikan tersebut belum menentukan serapan, Achmad menegaskan bahwa PT Gudang Garam dan PT Wismilak pasti melakukan pembelian tembakau. ”Belum mengeluarkan angka, tapi gelagatnya positif terhadap apa yang kami sampaikan,” ujarnya.

Pria berkacamata itu mengakui polemik utama tembakau dari tahun ke tahun terkait serapan dan harga. ”Kami terus menyampaikan apa harapan petani kepada pabrikan, karena tembakau ini adalah harapan besar kesejahteraan petani,” kata Achmad.

Pendekatan pemkab terhadap pabrikan lebih persuasif. Itu dilakukan agar terjadi sinergi antara pabrikan, pemkab, dan petani di Madura, khususnya di Pamekasan.

Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman mengatakan, dewan sudah membahas perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2015 tentang Tata Niaga, Budi Daya, dan Perlindungan Tembakau Madura. Langkah tersebut untuk melindungi petani tembakau.

”Perda ini masih dalam pembahasan, karena masih menampung aspirasi dari berbagai elemen masyarakat yang terlibat dalam tata niaga tembakau,” terangnya.

Politikus PPP itu juga menegaskan, DPRD akan memperbaiki tata niaga tembakau yang berlangsung dari tahun ke tahun sehingga tidak merugikan petani. ”Kami sudah memiliki reka-reka untuk memperbaiki perda tersebut,” sambungnya.

Perda 14/2015 itu akan menjadi acuan pokok tata niaga tembakau. ”Pembahasan perda ini harus detail. Semata-mata untuk memerdekakan petani tembakau di kabupaten ini,” pungkasnya. (ky)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia