alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Dihantam Ombak, KLM Sahabat Muslim Karam, Enam ABK Selamat

25 Juli 2020, 00: 27: 51 WIB | editor : Abdul Basri

DALAM BAHAYA: Kru KLM Sahabat Muslim terombang-ambing di atas rabit yang terbuat dari drum setelah kapam mereka karam.

DALAM BAHAYA: Kru KLM Sahabat Muslim terombang-ambing di atas rabit yang terbuat dari drum setelah kapam mereka karam. (ISTIMEWA)

Share this      

SUMENEP – Kecelakaan kembali terjadi di perairan Sumenep. Kali ini menimpa Kapal Layar Motor (KLM) Sahabat Muslim. Kapal yang berlayar dari Bima, Nusa Tenggara Barat, itu tenggelam di perairan Pulau Sakala, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Kamis (23/7).

Kapal yang dinakhodai Jaidun, 60, itu berlayar menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapten kapal asal Kota Bima itu mengarugi lautan bersama lima anak buah kapal (ABK). Kelima ABK itu yakni Andi Muhammad Heriyanto, 36; Istama, 35; Brunai Darussalam, 27; dan Kamli, 34. 

Mereka berasal dari Kota Bima. Sedangkan satu ABK lainnya, Suaeb, 53, berasal dari Kota Kediri, Jawa Timur. Kapal bermuatan garam dan bawang merah itu berlayar dari Pelabuhan Kota Bima, Senin (20/7) sekitar pukul 24.00. 

SELAMAT: Kru KLM Sahabat Muslim ditampung di rumah Hairil Muttaqin, warga Dusun Mandar, Desa/Kecamatan Sapeken, Sumenep.

SELAMAT: Kru KLM Sahabat Muslim ditampung di rumah Hairil Muttaqin, warga Dusun Mandar, Desa/Kecamatan Sapeken, Sumenep. (ISTIMEWA)

Sesampainya di perairan Pulau Sakala Kamis (23/7) bertemu gelombang tinggi. Ombak besar menghantam bagian kanan lambung kapal berjenis GT 71 berkapasitas 215 ton itu. Sehingga lambung kapal bagian kanan pecah. Air merangsek masuk hingga memenuhi lambung. Kapal oun tenggelam.

Sebelum karam, para ABK berhasil menyelamatkan diri. Jaidun menginstruksikan agar mereka membuat rakit yang terbuat dari drum minyak. Mereka juga segera mengenakan baju pelampung.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan, para ABK terapung berjam-jam di laut setelah kapal yang ditumpangi tenggelam. Sekitar 28 jam Jaidun dan kru terombang-ambing.

Sekitar pukul 13.30 Jumat (24/7), para pemuda Sapeken dan tim SAR menemukan para ABK terapung di utara perairan Pulau Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken. ”Alhamdulillah semua ABK ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat. Setelah itu petugas membawa para ABK kapal tenggelam ini ke Pulau Sapeken,” ungkapnya.

Setelah dievakuasi, keenam korban ditampung di rumah Hairil Muttaqin, 71, warga di Dusun Mandar, Desa/Kecamatan Sapeken. ”Muatan kapal tidak bisa diselamatkan,” terang mantan kapolsek Kota Sumenep itu. 

(mr/bad/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia