alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Dua Tersangka Pemerkosaan Janda Segera Disidang

Rekontruksi Membuat Keluarga Korban Kecewa

24 Juli 2020, 19: 10: 15 WIB | editor : Abdul Basri

DIJAGA KETAT: Tersangka pemerkosaan melakukan rekonstruksi di sekitar Perumahan Nilam Bangkalan Indah kemarin.

DIJAGA KETAT: Tersangka pemerkosaan melakukan rekonstruksi di sekitar Perumahan Nilam Bangkalan Indah kemarin. (HUMAS POLRES FOR RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Rekonstruksi kasus pemerkosaan janda beranak satu asal Kecamatan Kokop digelar kemarin (23/7). Keluarga korban kecewa karena reka ulang tidak digelar di tempat kejadian perkara (TKP). Adegan ulang itu dilakukan di sekitar Perumahan Nilam Indah Bangkalan.

Rekonstruksi digelar 1,5 jam sejak pukul 09.30. Delapan tersangka dihadirkan. Selain polisi, jaksa ikut serta dalam prosesi tersebut. Polres Bangkalan menerjunkan 50 personel untuk berjaga-jaga.

Di sekitar rekonstruksi diberi garis pembatas. Lokasinya di tengah semak-semak. Sedangkan rekonstruksi tidak digelar secara detail. Sosok korban menggunakan patung pakaian sebagai pengganti.

Mahrus, kerabat korban, menuturkan, polisi sudah memberikan informasi bahwa rekonstruksi akan digelar di TKP. Namun, setelah hari H, rekonstruksi digelar di perkotaan. ”Keluarga korban mendadak ditelepon tadi pagi (kemarin, Red),” ujarnya.

Pria 26 tahun itu menambahkan, karena informasi baru diterima, keluarga korban tergesa-gesa menuju Kota Bangkalan sehingga tidak mengikuti dari awal. Keluarga meminta rekonstruksi digelar di TKP supaya mengetahui secara detail. Apalagi, korban sudah meninggal. ”Supaya tidak ada rekayasa,” imbuhnya.

Keluarga korban tidak menuntut apa pun selain diberi hukuman setimpal. Keluarga korban juga tidak dendam. ”Kami pasrahkan proses hukumnya kepada aparat kepolisian. Kami hanya kaget rekonstruksinya dilakukan di Bangkalan kota,” tandasnya.

Kerabat korban lainnya Musli Mulyono mengatakan, sejak awal keluarga berharap rekonstruksi dilakukan di TKP. Info bahwa rekonstruksi digelar di lokasi lain keluarga baru mendengar Rabu sore (22/7). Dengan demikian, banyak keluarga yang tidak melihat secara langsung. ”Rekonstruksi tadi (kemarin, Red) adegan dari awal sampai akhir tidak detail,” ujarnya.

Dengan demikian, pihaknya tidak tahu betul kondisi TKP saat kejadian. Akan tetapi, meskipun rekonstruksi tidak digelar detail, proses hukum kepada pelaku harus benar-benar adil. ”Keluarga korban yang hadir ke lokasi (rekonstruksi) cuma lima orang,” imbuhnya.

Pria 29 tahun itu menjelaskan, polisi sebelumnya tidak memberikan informasi bahwa rekonstruksi akan digelar di mana dan pukul berapa. Akibatnya, pihaknya bingung saat ingin menyaksikan. ”Bahkan informasi dari Polres Bangkalan pada Selasa malam, rekontruksi akan dilakukan di TKP,” urainya.

Saat itu dia bersyukur agar keluraga korban bisa mengetahui kondisi TKP. Bahkan, pihaknya memberi jaminan akan menjaga kondusivitas saat rekonstruksi berlangsung. Kenyataannya, rekonstruksi tidak jadi digelar di TKP. ”Itu yang membuat kami kecewa,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sobarnapraja mengungkapkan, tidak ada hal-hal baru dalam hasil rekonstruksi. Keterangan tersangka sesuai dengan BAP masing-masing. Rekonstruksi tidak dilaksanakan TKP karena mempertimbangkan keamanan. Banyak risiko yang kemungkinan terjadi.

Sementara itu, berkas dua tersangka di bawah umur sudah berada di tangan jaksa. J alias Cebol (C), 14, dan AR alias R, 17, segera disidangkan. ”Tersangka anak sudah dalam penahanan jaksa,” terangnya.

Sebelummya, Polres Bangkalan menetapkan delapan tersangka kasus pemerkosaan S di Kecamatan Kokop. Mereka adalah Muhammad Fathurrahman (MF) alias Fat (F), 21; Ahmad Rouf (AR), 22; J alias Cebol (C), 14; dan Muhammad Zaini (MZ), 20. Lalu, Fathur Rohman (FR) alias Sulaiman (S), 19; Mabrur Rahman (MR) alias Akong (A), 21; Salman Alfarizi (SA) alias Mat Salman (MS), 25; dan AR alias R, 17.

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia