alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Politik Pemerintahan
icon featured
Politik Pemerintahan

Suhu Politik Kian Panas

20 Juli 2020, 20: 19: 22 WIB | editor : Abdul Basri

KEBERATAN: Ketua DPC Hanura Sumenep Nyai Eva menunjukkan surat tugas dari DPP Hanura di Ponpes Aqidah Usymuni Sumenep kemarin.

KEBERATAN: Ketua DPC Hanura Sumenep Nyai Eva menunjukkan surat tugas dari DPP Hanura di Ponpes Aqidah Usymuni Sumenep kemarin. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Publik kembali dihebohkan dengan beredarnya unggahan surat rekomendasi calon bupati dan Wabup Sumenep. Setelah sempat geger unggahan surat dari DPP PPP, kini muncul unggahan surat dari DPP Hanura.

Unggahan surat itu menjadi sorotan lantaran rekomendasi dari partai bentukan Wiranto itu memercayakan cabup-cawabup pada pasangan RB Fattah Jasin-KH Moh. Ali Fikri A. Warits. Padahal, Nyai Dewi Khalifah selaku ketua DPC Hanura Sumenep mendeklarasikan diri sebagai cawabup dari calon petahana Achmad Fauzi. Pasangan ini sudah mengantongi rekomendasi dari PDI Perjuangan dan PAN.

Nyai Eva, sapaan akrab Nyai Dewi Khalifah, menanggapi beredarnya unggahan surat rekomendasi itu. Menurut dia, sampai sekarang belum ada surat resmi dari DPP Hanura mengenai rekomendasi cabup-cawabup Sumenep.

Mantan anggota DPRD Sumenep itu tidak bersedia berkomentar banyak mengenai unggahan surat itu. Hanya, dia menegaskan bahwa sampai sekarang masih memegang surat tugas dari pengurus partai di tingkat pusat.

Dalam surat tugas itu, Hanura menunjuk Achmad Fauzi sebagai bacabup dan dirinya sebagai bacawabup. Surat tugas itu bernomor 30/TPP/DPP-HANURA/I/2020 tertanggal 29 Januari 2020 dan belum ada pembatalan.

Nyai Eva akan memastikan kebenaran unggahan rekomendasi yang beredar itu. Dalam waktu dekat, dia akan mendatangi DPD Hanura Jawa Timur (Jatim).

”Kami terus berkomunikasi dengan DPP. Sebelumnya DPP menyampaikan, rekomendasi akan diproses jika persyaratan sudah lengkap. Termasuk jumlah kursi pengusungnya,” ujar Nyai Eva saat ditemui di kediamannya kemarin (19/7).

Syarat mendapat rekomendasi sebagai tindak lanjut surat tugas yang dipegang sudah dipenuhi. Di antaranya, salinan rekomendasi dari PDI Perjuangan dan PAN. Dengan rekomendasi dua partai itu, syarat pencalonan terpenuhi.

Pada pileg lalu, PAN berhasil merebut 6 kursi dewan dan PDI Perjuangan 5 kursi. Jika unggahan rekomendasi yang tersebar luas di medsos itu benar, Nyai Eva mengaku heran. Sebab, tidak ada koordinasi dan tidak ada tembusan ke DPC.

”Harusnya DPD dan DPC diberi tahu. Kami tanya DPD juga tidak mengetahui. Memang ini ranah TPP (tim pilkada pusat). Tapi secara organisasi kepartaian, harusnya kami diberi tahu,” kata Ketua PC Muslimat NU Sumenep ini.

Pasangan bacabup-bacawabup yang diusulkan ke DPD Hanura Jatim untuk diteruskan ke DPP Hanura yakni Achmad Fauzi-Nyai Eva. Jika mengikuti mekanisme partai, rekomendasi DPP Hanura lebih berpotensi turun pada pasangan calon tersebut.

Wakil Ketua DPC Hanura Sumenep M. Ramzi juga menyampaikan hal serupa. Dia mengaku belum menerima bukti fisik surat rekomendasi dari DPP Hanura. Namun, dia menegaskan bahwa rekomendasi sepenuhnya menjadi kewenangan pengurus pusat.

Jika Hanura menjatuhkan rekomendasi pada Fattah Jasin, pengurus partai tingkat kabupaten tidak bisa berbuat banyak. Sebab, sebagai pengurus harus mematuhi dan menjalani perintah partai.

Di tempat terpisah, bacabup Fattah Jasin mengaku menunggu kepastian rekomendasi dari upaya komunikasi politik yang dilakukan dengan Partai Hanura. Rekomendasi dari partai berwarna oranye itu bisa turun kepada dia.

Sebab, pria yang biasa disapa Gus Acing itu mendaftarkan diri sebagai bacabup ke DPP Hanura. Berkas pendaftarannya diserahkan pada TPP. ”Sekitar awal Mei saya bersilaturahmi ke DPP Hanura,” katanya.

Jika rekomendasi tersebut benar jatuh pada dia, Gus Acing merasa bersyukur. Sebab, semakin banyak rekomendasi yang diterima, dirasa semakin baik. ”Ini bagian dari ikhtiar. Semakin banyak partai pengusung, lebih baik,” tuturnya.

(mr/bad/pen/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia