alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Spirit HUT Ke-54 IAIN Madura, Bakal Buka Dua Prodi Eksak

20 Juli 2020, 08: 49: 45 WIB | editor : Abdul Basri

CETAK CENDEKIAWAN: Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim (dua dari kiri) memberikan cenderamata kepada para pembicara utama dalam acara International Conference on Islamic Studies (Iconis) III & Call for Papers di Auditorium Center IAIN Madura.

CETAK CENDEKIAWAN: Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim (dua dari kiri) memberikan cenderamata kepada para pembicara utama dalam acara International Conference on Islamic Studies (Iconis) III & Call for Papers di Auditorium Center IAIN Madura. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura genap berusia 54 tahun. Sejumlah target pengembangan kampus dibidik. Salah satunya, berubah status menjadi UIN Madura pada 2021 mendatang.

ONGKY ARISTA UA, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

USIA IAIN Madura kian dewasa. Kampus kebanggaan warga Pulau Garam itu berdiri sejak 20 Juli 1966 sebagai Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Cabang Pamekasan. Kala itu hanya ada satu jurusan, yakni pendidikan agama Islam.

MEGAH: Perpustakaan IAIN Madura berlantai lima untuk menyangga kebutuhan mahasiswa dalam pengembangan riset dan menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan.

MEGAH: Perpustakaan IAIN Madura berlantai lima untuk menyangga kebutuhan mahasiswa dalam pengembangan riset dan menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Pada 21 Maret 1997, menjadi lembaga mandiri bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan. Dalam kurun waktu 20 tahun, perkembangannya sangat pesat dengan membuka jurusan tarbiyah, syariah, dan  pascasarjana dengan total 12 program studi (prodi).

Pada 5 April 2018, lembaga yang memiliki visi-misi mencetak sarjana yang religius dan kompetitif itu beralih menjadi IAIN Madura. Jurusan tarbiyah dan syariah menjadi fakultas. Kemudian, ada tambahan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Ushuludin dan Dakwah.

Saat ini, kampus yang dinakhodai Rektor IAIN Madura Dr. Mohammad Kosim, M.Ag. itu memiliki 17 prodi pada jenjang strata satu (S-1). Kemudian, tiga prodi pada jenjang magister. Belasan prodi tersebut terakreditasi A dan B.

Tenaga dosen sebanyak 210 orang, 40 di antaranya bergelar doktor. Mereka kerap menjadi pembicara dalam forum nasional maupun internasional.

Sementara jumlah mahasiswa sekitar 9.675 orang. Setiap tahun, mahasiswa yang mendaftar membeludak. Sesuai data yang ada, tidak kurang dari 5 ribu calon mahasiswa. Namun yang akan diterima hanya kisaran 2.200 orang.

”Tahun 2021 ini kami akan membuka dua program studi lagi. Yakni tadris IPA dan tadris matematika,” ungkap Mohammad Kosim.

Dibukanya dua prodi eksak itu untuk mendorong IAIN Madura menjadi perguruan tinggi yang kian kompetitif. Jika dua prodi itu resmi dibuka, selanjutnya akan mengajukan permohonan peralihan status menjadi UIN Madura. ”Akhir 2021 kami akan menyerahkan proposal perubahan UIN Madura,” katanya penuh optimistis.

Dalam mendorong perubahan status itu, direncanakan ada perluasan lahan hingga 10 hektare. Jika perubahan status menjadi UIN Madura disetujui, akan dilengkapi dengan asrama. Dengan demikian, perluasan lahan itu segera diupayakan.

HUT IAIN Madura dirayakan tiap 20 Juli. Tahun ini, perayaan itu diwujudkan dengan istighotsah dan seminar ilmiah yang akan mendatangkan dua profesor. ”Kami bersyukur, dari tahun ke tahun, perkembangan dari semua aspek bagus,” katanya.

Pada bidang penerbitan jurnal ilmiah, IAIN Madura memiliki belasan jurnal. Dua jurnal di antaranya terakreditasi science and technology index (sinta) dua, dan sinta tiga lima jurnal. Akreditasi itu dikeluarkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Pria kelahiran Sampang itu mengatakan, selama ini banyak program yang dijalankan. Di antaranya, beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an. Rencananya juga akan dibuka program beasiswa bagi calon mahasiswa yang bisa membaca kitab kuning.

Dua program itu akan dioptimalkan. Sebab, penerima beasiswa itu diyakini mampu meningkatkan religiusitas kampus. ”Kami berharap IAIN Madura terus berkontribusi untuk kemajuan agama dan bangsa,” tukasnya.

(mr/pen/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia