alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Maryam, TKI Asal Sampang Berjuang Sendirian Melawan Sakit

Ditinggal Majikan karena Ilegal

19 Juli 2020, 16: 41: 46 WIB | editor : Abdul Basri

INGIN PULANG: Potongan video yang memperlihatkan Maryam terbaring lemas di Rumah Sakit Malik Fahd, Madinah.

INGIN PULANG: Potongan video yang memperlihatkan Maryam terbaring lemas di Rumah Sakit Malik Fahd, Madinah. (SCREENSHOOT VIDEO)

Share this      

Video perempuan terbaring lemas di rumah sakit berdurasi 51 detik viral. Dia adalah Maryam. TKI asal Sampang yang ingin segera pulang ke kampung halaman.

ANIS BILLAH, Sampang, Jawa Pos Radar Madura

PEREMPUAN berbaju pink itu terlihat lemas. Tubuhnya kurus. Rambutnya berantakan. Mulutnya tidak dalam kondisi normal. Persis seperti orang menderita strok ringan. Salah satu kakinya tidak berfungsi.

            Dialah Maryam. Warga Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang. Dia hidup sendirian di Arab Saudi. Saat sekarang kondisinya sakit dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Malik Fahd, Madinah. Majikannya juga tidak mengurus karena perempuan itu berangkat melalui jalur ilegal.

            Berjuang melawan sakit sendirian tentu sangat berat bagi Maryam. Dia ingin pulang bertemu keluarganya. Keinginnya itu secara tersirat disampaikan dalam video yang viral itu. Bahkan, dia menyebut nama Sutomo yang diyakini sebagai Kades tanah kelahirannya.

Maryam juga menyebut Kecamatan Ketapang. Dia seolah ingin memberi tahu seluruh warga yang menyaksikan video itu bahwa dia ingin pulang. Selama 12 tahun dia bekerja di luar negeri sendirian, tanpa ditemani sanak famili.

Berbekal video viral itu, Camat Ketapang Didik Adi Pribadi menelusuri identitas perempuan itu. Sutomo yang disebut sebagai Kades langsung dilacak. Namun, di Kecamatan Ketapang tidak ada satu pun kades bernama Sutomo.

Penggalian informasi terus dilakukan. Hasilnya, diketahui Maryam merupakan warga Desa Paopale Laok. Nama kadesnya Ibrahim. Sementara Sutomo adalah mudin. ”Surat keterangan tidak mampu yang bersangkutan diurus. Mudah-mudahan bisa membantu kepulangannya,” katanya kemarin (18/7).

Kasi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang Agus Sumarso mengatakan, identitas perempuan dalam video itu terlacak.

Diketahui, perempuan itu memiliki tiga nama. Yakni, Maryam, Idah binti Ahmad, dan Samsiyah. Saat sekarang, pemerintah mengurus kepulangan perempuan asal Kecamatan Ketapang itu.

            Pemkab berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Jakarta. Sementara pihak keluarga mengurus persyaratan administrasi. Sebab, beberapa persyaratan yang harus diurus.

            Di antaranya, surat keterangan tidak mampu dan domisili. Kemudian, keterangan bahwa tiga nama tersebut adalah satu orang. ”Maryam itu sebagai nama TKI, Idah binti Ahmad nama yang tertera di paspor, dan Samsiyah nama dagingnya,” jelasnya.

Agus menyampaikan, sesuai data yang ada, Maryam berangkat ke Arab Saudi pada 2002 lalu. Awalnya, berangkat umrah lalu lanjut bekerja. Sejak keberangkatannya, perempuan berusia 45 tahun itu tidak pernah pulang.

Maryam bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Informasinya, majikannya pernah memberi uang perawatan melalui orang lain. ”Majikannya tidak berani ngasih biaya perawatannya sendiri karena takut. Soalnya, dia (Maryam) berangkat tidak resmi,” bebernya.

(mr/*/pen/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia