alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Siswa Luapkan Kerinduan pada Hari Pertama Datang ke Sekolah

Ada Yang Berpelukan dan Sedih

14 Juli 2020, 17: 52: 26 WIB | editor : Abdul Basri

SANTAI: Mohammad Romadani mengikuti live streaming MPLS di rumahnya di Desa Manding Laok, Kecamatan Manding, Sumenep, kemarin.

SANTAI: Mohammad Romadani mengikuti live streaming MPLS di rumahnya di Desa Manding Laok, Kecamatan Manding, Sumenep, kemarin. (AMINATUS SUHRA/RadarMadura.id)

Share this      

Kerinduan dengan teman dan guru terluapkan kemarin (13/7). Mereka baru masuk sekolah setelah lama belajar di rumah. Kedatangan mereka akan meninggalkan kesan karena akan berjauhan lagi.

AMINATUS SUHRA, Sumenep, RadarMadura.id

JARUM pendek jam menunjuk angka tujuh. Sengatan matahari mulai dirasakan orang-orang di lingkungan SDN Manding Laok 1. Daun-daun kering berjatuhan di halaman sekolah sama halnya kerinduan siswa yang turut gugur saat mereka akhirnya kembali bertemu di sekolah.

Riuh senda gurau siswa meramaikan suasana pagi itu. Melepas kerinduan dengan teman, guru, dan ibu kantin. Kegembiraan tak mampu terbendung. Beberapa bocah saling berpelukan dan menyampaikan keluh kesah selama belajar di rumah.

Tawa riang juga dirasakan wali murid siswa baru. Teriakan-teriakan siswa lulusan TK turut meramaikan suasana sekolah baru mereka. Sambil menunggu antrean panggilan untuk mengambil lotre pilihan kelas.

Satu per satu wali murid maju ke depan kelas untuk mengambil gulungan kertas kecil. Pemilihan kelas IA dan IB ditentukan berdasar nomor yang tertera pada secarik kertas itu. Lalu- lalang anak didik menggandeng tangan orang tua masing-masing untuk memasuki kelas yang dipilih.

Kegaduhan tak terdengar lagi setelah guru menutup pintu ruang kelas. Suara ramai terdengar lagi di ruangan depan halaman upacara. Siswa yang mengenakan baju merah putih berlarian di depan ruang kelas VI.

Tawa lepas juga terdengar di bawah pohon beringin di halaman sekolah. ”Saya sangat senang bisa bertemu teman-teman lagi,” ucap Ilvi Luqi Yana Najwa, siswa kelas VI di SDN di Kecamatan Manding, Sumenep, itu.

Kedatangan mereka ke sekolah bukan untuk melangsungkan pembelajaran. Hanya untuk mengambil buku rapor bagi siswa lama dan penentuan kelas bagi siswa baru. ”Tetapi, saya sangat rindu dengan teman-teman dan guru,” ujarnya sambil tertawa riang.

Kedatangan mereka bersama wali murid juga untuk mendengarkan arahan terkait teknis pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sebab, di kecamatan yang berzona hijau tidak bisa dilakukan kegiatan belajar mengajar secara langsung.

Pelaksanaan pada tahun ajaran baru kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 mengubah cara belajar siswa. ”Pastinya sedih karena tidak bisa melakukan pembelajaran secara langsung,” ucapnya.

Pembelajaran jarak jauh itu memaksa Ilvi tidak bertemu guru dan teman secara langsung. Juga tidak melihat ibu kantin, bapak petugas kebun, dan lainnya. ”Tugas kelompok juga tidak ada,” tutur Kamilatul Faro Basyasya, siswa kelas VI lainnya.

Kepala SDN Manding Laok I Sutarto menjelaskan, wali murid dan siswa didatangkan ke sekolah untuk mengambil rapor. Juga pemilihan kelas untuk anak didik baru di kelas I. Setiap bulan siswa akan ke sekolah secara bergiliran untuk mengambil buku tema yang disediakan sekolah. Sebagai pedoman bacaan siswa saat pembelajaran di rumah.

Sistemnya bergantian datang ke sekolah. Mulai dari kelas I hingga kelas VI. Tetapi, tetap mengikuti protokol kesehatan.

Kabid Pembinaan SD Disdik Sumenep Abd. Kadir menyampaikan, pembelajaran tetap dilakukan secara daring untuk kecamatan zona merah. Siswa hanya diperbolehkan ke sekolah saat mengambil buku pelajaran. Tidak untuk melangsungkan pembelajaran.

Sedangkan KBM tatap muka akan dilaksanakan untuk kecamatan zona hijau. Bisa juga guru yang datang ke rumah siswa. Pihaknya meminta para guru di Sumenep kreatif dan inovatif melangsungkan pembelajaran. Tujuannya, siswa mengerti pada materi pembelajaran.

Sementara itu, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tingkat SMA/SMK sederajat dimulai kemarin. Suasananya tidak sama seperti tahun ajaran sebelumnya. Pengenalan kehidupan sekolah tidak dilakukan dengan tatap muka oleh peserta didik baru.

”Hari pertama mengenal jurusan yang diambil,” ucap Mohammad Romadani siswa baru di SMKN 1 Sumenep. Awalnya hanya mengetahui jurusan di brosur-brosur. Kali ini sudah mengetahui lebih jelas.

MPLS sekarang tidak sesuai dengan harapan. Tidak bisa mengenal secara langsung antarsiswa baru. ”Kenalnya hanya nama saja,” tutur warga Desa Manding Laok itu.

Kepala SMKN 1 Sumenep Zainul Sahari menyampaikan, pengenalan lingkungan sekolah pada masa pandemi ini tidak bisa dilakukan secara langsung. Yang diutamakan adalah kesehatan dan keselamatan semua warga sekolah. ”Memang kurang mengasyikkan,” ucapnya.

Siswa tidak bisa bertemu langsung dengan teman dan guru-gurunya. Pihaknya meminta semua peserta didik baru tetap mengikuti kegiatan MPLS higga selesai walaupun secara daring.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia