alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tersangka Cicil Kerugian Negara Rp 800 Juta

Kasus Rekening BRI Segera Sidang

13 Juli 2020, 21: 59: 43 WIB | editor : Abdul Basri

TERTUNDUK: Tersangka Mukmin Hanafi berada di mobil tahanan Kejaksaan Negeri Sumenep, Selasa (3/3).

TERTUNDUK: Tersangka Mukmin Hanafi berada di mobil tahanan Kejaksaan Negeri Sumenep, Selasa (3/3). (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Kasus dugaan penyalahgunaan rekening kas BRI Sumenep mengakibatkan kerugian negara Rp 800 juta. Tersangka Mukmin Hanafi yang merupakan teller BRI mulai mengganti kerugian tersebut dengan cara mencicil.

Kini, berkas perkara beserta tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Sidang perda kepada Mukmin Hanafi tinggal menunggu ketetapan jadwal sidang pengadilan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep Djamaluddin mengutarakan, akibat perbuatan tersangka, negara mengalami kerugian sebesar Rp 800 juta. Saat ini, sebagian uang tersebut mulai dikembalikan kepada negara sebesar Rp 75 juta.

Namun, pengembalian kerugian yang dilakukan tersangka tidak akan membatalkan proses hukum yang berlangsung. ”Tersangka mengakui perbuatannya, tersangka juga sudah mencicil sebesar Rp 75 juta untuk mengembalikan uang yang dikorupsi,” ungkap Djamaluddin kemarin (12/7).

Jaksa saat ini masih menunggu jadwal sidang dari Pengadilan Tipikor Surabaya. Dengan demikiam, pihaknya belum bisa memberikan kepastian kapan dakwaan akan dibacakan jaksa.

Sesuai komitmen awal, pihaknya akan menuntaskan kasus korupsi di Kota Keris. Selama proses penyidikan, ada 24 saksi diperiksa. Di antaranya, sembilan dari manajemen BRI dan 15 orang lainnya dari kalangan nasabah yang dirugikan.

Sampai berkas perkara dinyatakan P21, tidak ada penambahan jumlah tersangka. Hanya Mukmin Hanafi yang sebelumnya sebagai teller Bank BRI Sumenep. Hasil pemeriksaan, tidak ada pihak lain yang ikut menikmati aliran dana.

”Dari pemeriksaan para saksi selama penyidikan, tersangka sendiri yang menikmati hasilnya. Yang bersangkutan mainnya tunggal,” jelasnya.

Untuk diketahui, tersangka Mukmin Hanafi bekerja di BRI Cabang Sumenep sejak 2016. Melakukan aksi penyalahgunaan rekening sejak Maret hingga Desember 2018. Kejaksaan Negeri Sumenep berhasil mengungkap kasus ini pada Maret lalu.

Tersangka disangkakan pasal 2 subsider pasal 3 juncto pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mukmin Hanafi terancam hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. (jun)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia