alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Kumpulkan Wali Murid, Perpanjang Belajar dari Rumah

13 Juli 2020, 21: 52: 10 WIB | editor : Abdul Basri

EKSTRAKURIKULER: Siswi SMPN 2 saat menggelar sesi latihan bola basket sebelum terjadi pandemi.

EKSTRAKURIKULER: Siswi SMPN 2 saat menggelar sesi latihan bola basket sebelum terjadi pandemi. (RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tidak bisa dilaksanakan hari ini. Sebab, Kabupaten Bangkalan belum berstatus zona hijau.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Bangkalan Moh. Yakub menyampaikan, sesuai jadwal awal, KBM dilaksanakan 13 Juli. Namun, berhubung Bangkalan masih berstatus zona oranye, terpaksa belajar dari rumah (BDR) kembali diperpanjang hingga waktu yang tidak ditentukan. Peserta didik tetap belajar melalui media daring.

Meski KBM tatap muka gagal digelar, hari ini masing-masing sekolah melaksanakan pertemuan dengan wali murid. Pertemuan tersebut dilaksanakan secara bertahap. Tujuannya, untuk memberikan sosialisasi tentang kebijakan sekolah mengenai BDR.

”Besok (hari ini, Red) wali murid dipanggil. Terutama, wali murid siswa baru,” ujarnya kemarin (12/7).

Yakub menyampaikan, sebenarnya tiga hari ke depan diisi masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Namun, berhubung siswa tidak bisa belajar dengan tatap muka, sehingga diisi dengan sosialisasi kepada wali murid.

”Sosialisasinya berupa bahan ajar yang mau diberikan kepada siswa. Terus juga menyampaikan tentang larangan KBM tatap muka,” terangnya.

Wali murid sangat ingin KBM tatap muka digelar. Namun, keinginan para orang tua siswa tidak bisa dituruti. ”Daripada berisiko, kami tetap tidak mengizinkan. Apalagi, dari gugus tugas juga tidak memperbolehkan,” tuturnya.

Kabid Pembinaan SMP Disdik Bangkalan Jufri Kora mengaku kebijakan KBM tingkat SMP tidak jauh berbeda dengan bidang SD. BDR tetap diberlakukan sesuai SE perpanjangan KBM. ”Besok (hari ini, Red) hanya sosialisasi. Itu pun kepada wali murid, bukan siswa,” katanya.

Wali murid yang datang ke sekolah secara bergantian agar tidak terjadi kerumunan. Sebab, jika langsung diundang semua, khawatir tidak menerapkan protokol kesehatan. ”Itu yang kami hindari. Pertemuan dengan orang tua siswa bertahap,” tandasnya. 

(mr/daf/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia